• Kamis, 1 Desember 2022

Terapkan Metode HBL dengan Dukungan AGS, Komunitas Sao Mampu Jadikan Kebun Bambu sebagai ATM

- Minggu, 25 September 2022 | 11:11 WIB
Festival Budaya Bambu bertajuk Pasar Napu Bheto yang diselenggarakan Yayasan Bambu Lestari (YBL) ini digelar di Kampus Bambu Turetogo, Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) (Dokumen BRIN)
Festival Budaya Bambu bertajuk Pasar Napu Bheto yang diselenggarakan Yayasan Bambu Lestari (YBL) ini digelar di Kampus Bambu Turetogo, Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) (Dokumen BRIN)

KABAR ALAM - Komunitas Adat Sao Neguwula menularkan pengetahuan dan pengalaman mereka tentang metode hutan bambu lestari (HBL) pada talkshow “Bambu Dulu, Kini, dan yang akan Datang”, Minggu, 18 September 2022 lalu.

Talkshow pada Festival Budaya Bambu bertajuk Pasar Napu Bheto yang diselenggarakan Yayasan Bambu Lestari (YBL) ini digelar di Kampus Bambu Turetogo, Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nimus Jawa, perwakilan Sao Neguwula Desa Radabata, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT, tampil di panggung terbuat dari bambu petung (Dendrocalamus asper) bersama dengan pakar taksonomi bambu Prof. Elisabeth Widjaja, Bupati Ngada Andreas Paru, dan pelaku pariwisata berbasis masyarakat Andreas Dhena.

Baca Juga: Mengulik Strategi Pengembangan Penangkaran Rusa Timor di TWA Gunung Tunak

“Bambu bheto di Sao kami sudah ada sejak jaman nenek moyang. Sebelum kami tahu metode HBL, bambu hanya dipakai untuk bikin rumah, kandang ternak, atau pagar," kata Nimus dalam diskusinya.

"Setelah ada YBL yang mengelola bambu milik kami dengan metode HBL, bambu kami dibeli indobamboo secara rutin dan hasilnya bisa buat bangun rumah adat,” tambah Nimus.

Nimus menambahkan, dengan adanya proyek AGS (Alumni Grant Scheme) yang melatih mereka metode HBL dan pengelolaan keuangan di tingkat Sao, komunitas Sao Neguwula sadar, kebun bambu mereka bisa menghasilkan uang layaknya ATM.

Baca Juga: Top 5 Hits 24 September 2022, Agenda Bedah Buku Tambang Transformatif Paling Banyak Dicari

Sao Neguwula saat ini jadi yang pertama secara mandiri menerapkan metode HBL di Indonesia.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

148.488 Hektare Telah Ditetapkan sebagai Hutan Adat

Minggu, 6 November 2022 | 15:35 WIB

IA ITB dan Lemhanas RI Teken Perjanjian Kerja Sama

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 12:06 WIB

Dua Alumni Pimpin PT ITB Press

Minggu, 9 Oktober 2022 | 10:01 WIB
X