• Minggu, 25 September 2022

Menanam Kayu Putih Unggul, Petani Papua Sejahtera

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 14:30 WIB
Pilot project pengembangan kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp. cajuputi) di KPHL Biak Numfor, Papua (biotifor.or.id)
Pilot project pengembangan kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp. cajuputi) di KPHL Biak Numfor, Papua (biotifor.or.id)

KABAR ALAM - Pengembangan benih unggul kayu putih dapat meningkatkan pendapatan petani. Hal itu dibuktikan dengan adanya pilot project pengembangan kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp. cajuputi) di KPHL Biak Numfor, Papua.

Menurut peneliti Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Dr. Anto Rimbawanto, pilot project pengembangan benih kayu putih unggul di KPHL Biak Numfor, Papua, tersebut sudah dilakukan sejak awal tahun ini.

Anto menyampaikan, pilot project ini telah mengubah kebiasaan petani setempat. Jika dulunya adalah peladang berpindah-pindah dan penebang pohon, mereka berhenti menebang pohon dan berpartisipasi menanam kayu putih dan menjadi petani menetap.

Baca Juga: Banyak Manfaatnya, Begini Cara Membuat Asap Cair dan Cuka Kayu

Bahkan, kata Anto, dengan menanam kayu putih tersebut, kesejahteraan petani di sekitar KPHL Biak Numfor, Papua menjadi lebih baik.

Disebutkan, keberhasilan pilot project pengembangan kayu putih ini dapat dievaluasi dari 2 aspek. Pertama dari pertumbuhan tanaman dan rendemen minyaknya, dan kedua dampak ekonominya terhadap petani yang mengelola kebun kayuputih tersebut.

Dari sisi pertumbuhan tanaman, tanah dan iklim Biak Timur yang kondusif bagi pertumbuhan tanaman, telah memungkinkan pemanenan perdana dilakukan pada saat tanaman baru berumur 18 bulan, dengan hasil biomas daun seberat rata-rata 9 kg/pohon, dengan rendemen minyak 1% (rendemen ini akan meningkat setelah pohon berumur 2 tahun).

Baca Juga: Cegah Abrasi, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta Tanam Pohon di Pesisir Selatan

Dari sisi petani, testimoni dari dua orang petani yang secara langsung terlibat dalam pembangunan dan pengelolaan kebun ini, yaitu Moses Ronggeare dan Issac Warnares dari Kelompok Tani Kovarwis di Kampung Rimbajaya, membuktikan jika kebun kayu putih telah memberikan dampak yang positif.

"Dulu saya adalah penebang pohon. Tetapi setelah ada penanaman kayu putih di Biak, saya berhenti total menebang pohon. Saya menanam kayu putih sebanyak 3.000 pohon. Dari hasil suling hidup saya menjadi sangat berubah menjadi lebih baik," kata Moses.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Smart Farming Berikan Solusi yang Dibutuhkan Petani

Minggu, 28 Agustus 2022 | 11:59 WIB

Pemanfaatan Lignin untuk Bioproduk Sangat Menjanjikan

Jumat, 26 Agustus 2022 | 13:06 WIB

Menanam Kayu Putih Unggul, Petani Papua Sejahtera

Jumat, 12 Agustus 2022 | 14:30 WIB
X