• Senin, 26 September 2022

Banyak Manfaatnya, Begini Cara Membuat Asap Cair dan Cuka Kayu

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:49 WIB
Asap cair dihasilkan dari asap yang didinginkan yang dapat dibuat dari berbagai limbah lignoselulosa (Puslitbang Hasil Hutan KLHK)
Asap cair dihasilkan dari asap yang didinginkan yang dapat dibuat dari berbagai limbah lignoselulosa (Puslitbang Hasil Hutan KLHK)

KABAR ALAM - Asap cair atau cuka kayu memiliki segudang manfaat untuk kehidup keseharian manusia.

Sederet manfaat asap cair atau cuka kayu itu adalah sebagai obat penyakit kulit, biopestisida, pemacu pertumbuhan tanaman, pengawet makanan, pengawet kayu, pembersih ruangan, penyerap racun dalam tubuh, anti oksidan, anti mikroba, koagulan dan menghilangkan bau pada pengolahan karet, hingga pencegah jamur.

Dikutip dari laman sainster.com, asap cair atau cuka kayu merupakan cairan organik atau destilat yang diperoleh dari hasil kondensasi asap pada proses karbonisasi. Cairan tersebut berwarna kuning kecoklatan–hitam.

Baca Juga: Cegah Abrasi, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta Tanam Pohon di Pesisir Selatan

Asap cair dihasilkan dari asap yang didinginkan yang dapat dibuat dari berbagai limbah lignoselulosa dengan teknologi yang sederhana. Rahasia yang dimiliki asap cair selain bersifat asam, memiliki aroma dan rasa spesifik juga mengandung komponen kimia yang multi guna bagi manusia, hewan maupun tumbuhan seperti asam asetat, fenol dan methanol.

Asap cair tempurung kelapa mengandung senyawa fenol, yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri/jamur sehingga dapat digunakan sebagai pengawet maupun disinfektan (Slamet,dkk., 20017).

Baca Juga: Hari Konservasi Alam Nasional 2022, BBKSDA Riau Lepasliarkan Elang Brontok di TWA Buluh Cina

Bahan baku yang digunakan untuk dibuat asap cair mudah didapatkana. Menurut S. Wiyono dalam Rahimah 2014, asap cair mengandung alkaloid dan metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai pestisida.

Menurut Hagner, 2013, asam asetat dan furfural yang terkandung pada asap cair merupakan senyawa yang mempunyai kemampuan untuk menolak hama siput. Penolakan terhadap hama, disebabkan keberadaan senyawa-senyawa tersebut secara bersamaan.

Pusat Litbang Hasil Hutan telah melakukan penelitian dan pengembangan mengenai pembuatan dan aplikasi asap cair sejak tahun 2000-an. Aplikasi sebagian besar untuk pertumbuhan berbagai jenis tanaman, baik tanaman kehutanan maupun tanaman pertanian dan perkebunan dengan hasil yang signifikan.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Sumber: sainster.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Smart Farming Berikan Solusi yang Dibutuhkan Petani

Minggu, 28 Agustus 2022 | 11:59 WIB

Pemanfaatan Lignin untuk Bioproduk Sangat Menjanjikan

Jumat, 26 Agustus 2022 | 13:06 WIB

Menanam Kayu Putih Unggul, Petani Papua Sejahtera

Jumat, 12 Agustus 2022 | 14:30 WIB
X