Kamis, 28 Mei 2020
News & Nature
Inovasi

Peneliti Kuok Paparkan Potensi Geronggang

Jumat, 10 Januari 2020

Di Aula Balitbang Kabupaten Bengkalis

Peneliti Kuok Paparkan Potensi Geronggang
BP2TSTH Kuok

Bengkalis -- Peneliti Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSH) Kuok Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memaparkan prospek  pengembangan kayu geronggang di Aula Balitbang Kabupaten Bengkalis, Rabu (18/12/19).

Workshop ini dilaksanakan oleh oleh Balitbang Bengkalis dengan tema “Potensi Pengembangan Tanaman Geronggang (Cratoxylum arborescens) di lahan gambut, sebagai pohon lokal yang bernilai ekonomis”. Tujuan workshop ini adalah untuk mensosialisasikan dan juga mengkampanyekan penanaman jenis kayu lokal.

"Pengembangan kayu geronggang di Kabupaten Bengkalis ini dirasa ideal mengingat banyaknya dominansi sebaran alaminya di sini," kata Sekretaris Balitbang Kabupaten Bengkalis, H. Dahen Tawakal saat membuka acara. 

Dahen memaparkan, pengembangan geronggang melalui budi daya mengimplementasikan program 'Riau Hijau' yang dicanangkan oleh pemerintah Provinsi Riau.

Sebagai habitat alaminya, kayu geronggang terbanyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis sebagai habitat alaminya. Selain itu, kayu jenis ini memiliki potensi sebagai penghasil serat alam.

Pada sesi pertama, Ahmad Junaedi,S.Si, M.Sc memaparkan tentang pengenalan jenis kayu geronggang, pemanfaatan, pembibitan dan informasi awal mengenai teknik budi dayanya.

"Kayu geronggang adalah jenis pohon lokal gambut yang banyak manfaatnya;  antara lain untuk cerucuk, kayu pertukangan, bahan baku pulp/kertas, bahan obat–obatan dan bahkan secara ekologi bisa digunakan sebagai jenis pencegah kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Sementara itu, pembicara kedua, Hery Kurniawan, S.Hut,M.Sc menyampaikan tentang potensi nilai ekonomi pengembangan kayu geronggang. "Usaha budidaya kayu geronggang mempunyai daya saing yang baik dibandingkan dengan usaha budidaya sagu, karet dan bahkan sawit untuk daerah dengan dominasi lahan bertipe gambut" pungkas pria berkaca mata ini.

Selepas pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat. Para peserta sangat antusias menyampaikan pernyataan dan pertanyaanya yang menitikberatkan pada jaminan harga jual dan rantai pemasarannya. 

Selain itu, peserta mengharapkan realisasi teknis budidaya kayu geronggang dengan pola agroforestry dan pemenuhan kebutuhan akan bibit unggul untuk jenis kayu geronggang dimasa yang akan datang

Kehadiran pemateri dari BP2TSTH Kuok ini merupakan pemenuhan undangan dari Balitbangda kepada BP2TSH untuk menugaskan penelitinya menjadi narasumber pada workshop tentang geronggang.

Hadir dalam acara workshop sekitar 30 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan instansi, yang membidangi kehutanan, pertanian, kebakaran lahan dan kehutanan.  Acara kemudian ditutup dan diakhiri dengan foto bersama.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR