Senin, 18 November 2019
News & Nature
Inovasi

Puslitbanghutan Siap Dukung 200 Juta Benih

Selasa, 22 Oktober 2019

Untuk Perbenihan Tanaman Hutan

Puslitbanghutan Siap Dukung 200 Juta Benih
instagram/p3h_bli
Kirsfianti L. Ginoga, Kepala Puslitbanghutan saat Rapat Rencana Strategis Bidang Perbenihan Tanaman Hutan Tahun 2020-2024, di Bali, 16 Oktober 2019

Bogor -- Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghutan) siap untuk mendukung program perbenihan tanaman hutan. Salah satunya melalui pencapaian target penyediaan 200 juta benih tanaman hutan. Hal ini disampaikan oleh Kirsfianti L. Ginoga, Kepala Puslitbanghutan saat Rapat Rencana Strategis Bidang Perbenihan Tanaman Hutan Tahun 2020-2024, di Bali, 16 Oktober 2019.

"Dalam rangka membangun sinergitas dengan Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan (PTH), Puslitbanghutan akan mendukung pencapaian 200 juta butir benih, pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), termasuk KHDTK Maribaya-Parung Panjang, dan teknologi massal bibit berkualitas (klon unggul) dengan stek pucuk (teknik Koffco)," tutur Kirsfianti.

Baca Juga: P3H Bangun Stasiun Riset di TN Teluk Cendrawasih

Dijelaskannya, 200 juta benih tersebut akan dihasilkan dari 802 pohon yang terdiri dari 12 jenis, dan tersebar di enam lokasi yaitu, KHDTK Cikampek, Hutan Penelitian (HP) Darmaga, HP Cikole, HP Pasir Awi, KHDTK Yanlapa, dan KHDTK Haurbentes. Jenis-jenis tersebut antara lain kayu kuku, damar,

Dalam rapat yang diselenggarakan oleh Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan (PTH), Ditjen Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung ini, Kirsfianti juga memaparkan pentahapan (milestones) yang akan dilakukan selama lima tahun ke depan (2020-2025), yang terdiri dari penanaman, eksplorasi, monitoring dan evaluasi, pemeliharaan, analisa tapak sosek, dan pembangunan sistem informasi digital.

Baca Juga: Butuh Kerja Keras Perbaiki Kerusakan Lingkungan

Sementara itu, pengelolaan KHDTK Maribaya, akan ditargetkan menjadi Areal Koleksi, Konservasi dan Produksi (AKP) tanaman unggulan nasional. Di KHDTK ini juga akan dibangun persemaian modern tanaman unggulan nasional, sekaligus areal koleksi, konservasi sumberdaya genetik tanaman unggulan nasional secara ek-situ.

"Selanjutnya, KHDTK Maribaya akan menjadi sumber produksi benih/bibit tanaman unggulan nasional, dengan menerapkan pola agroforestry terbaik antara tanaman unggulan nasional dan jenis cash crop (empon-empon, tanaman obat, sumber pangan alternatif). Fungsi lainnya, KHDTK ini akan menjadi lokus kajian sosial ekonomi pembangunan AKP tanaman unggulan nasional, yang didukung dengan digitalisasi Sistem Informasi AKP tanaman unggulan nasional, serta sebagai destinasi eco-edu wisata," ujar Kirsfianti optimis.

Baca Juga: Solusi Inovatif untuk Hutan Lestari

Terkait pembangunan persemaian permanen, Puslitbanghutan juga menawarkan berbagai opsi inovatif, yaitu dalam bentuk teknik mikoriza (food dan survival rate), sistem pakar pengenalan jenis pohon, Koffco System, teknik dan profit usaha  dari hulu ke hilir (Sagu, Purun, etc), pengendalian spesies invasif, dan sistem perhitungan karbon INCAS.

"Teknik Koffco (Komatsu-FORDA Fog Cooling) merupakan sistem perbanyakan vegetatif massal, dengan stek pucuk, yang diinisiasi untuk famili Dipterokarpa. Teknik ini juga berhasil untuk jenis lainnya (fast, medium, slow growing)," Kirsfianti menambahkan.

Baca Juga: Iptek untuk Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Diterangkannya, teknik ini memiliki keunggulan yaitu sifat anak sama dengan induknya (vegetatif), namun Kirsfianti menekankan teknik ini lebih tepat untuk kepentingan produksi, dan bukan untuk tujuan konservasi. Adapun dalam implementasinya cukup efektif dan efisien, karena tidak memerlukan biaya tinggi, dengan tingkat keberhasilan tinggi, serta tidak membutuhkan SDM dengan kualifikasi khusus.

Terakhir, Kirsfianti juga berpesan pentingnya dukungan SDM, investasi, infrastruktur, iptek dan inovasi, untuk menghadapi tantangan peningkatan luas tutupan hutan dan lahan untuk ketahanan air dan iklim di era milenial, serta peran iptek dan inovasi sebagai dasar kebijakan dan aksi perbenihan, peningkatan tutupan lahan dan ketahanan bencana.  "Kolaborasi, konektivitas, kreativitas dan sınergitas merupakan kunci keberhasilan," pungkasnya.

Baca Juga: Peneliti Kehutanan Indonesia Gelar Konferensi

Turut hadir dalam rapat tersebut, Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/ Bappenas, Kepala Biro Perencanaan Setjen KLHK, Sekditjen PDASHL, Direktur PTH, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, Kepala Pusat Litbang Perhutani Cepu, Kepala KPH Provinsi Bali, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis lingkup Direktorat PTH.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR