Senin, 19 Agustus 2019

Teliti Gambut, BLI KLHK Gandeng Pihak Konsesi

Selasa, 13 Agustus 2019

Kerja sama penelitian produktivitas dan hidrologi terpadu secara intensif pertama terbesar di dunia pada ekosistem gambut

Teliti Gambut, BLI KLHK Gandeng Pihak Konsesi
BLI KLHK
Kepala BLI, Agus Justianto, saat membuka acara  Kick Off Meeting Pelaksanaan Kegiatan Kerja Sama Penelitian, di Jakarta, Senin (12/8/2019)

Bogor -- Saat ini ketersediaan data dan informasi pengelolaan lahan gambut di Indonesia masih terbatas, hal ini tercermin dari belum adanya contoh pengelolaan lahan gambut berkelanjutan, yang dapat dijadikan sebagai baku acuan dalam pengelolaan lahan gambut terpadu. Menjawab tantangan tersebut, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK bersama PT. Wana Subur Lestari (WSL) dan PT. Mayangkara Tanaman Industri (MTI), melakukan kerja sama penelitian produktivitas dan hidrologi terpadu secara intensif pertama terbesar di dunia, pada ekosistem gambut.

"Kegiatan ini sebagai tindaklanjut Nota Kesepahaman serta Perjanjian Kerja Sama pada tanggal 16 Juni 2017. Pilot proyek penelitian berbasis lanskap ini dirancang untuk merumuskan teknik pengelolaan lahan gambut lestari (best practices), meliputi aspek pencegahan kebakaran, peningkatan produktivitas tanaman, penurunan emisi karbon, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan", tutur Agus Justianto, Kepala BLI, saat membuka acara  Kick Off Meeting Pelaksanaan Kegiatan Kerja Sama Penelitian, di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Diterangkan Agus, lokasi penelitian ini dilakukan pada Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) Sungai Terentang-Sungai Kapuas, Sungai Kapuas-Sungai Mendawak dan Sungai Kualan-Sungai Labai, dengan luas areal ±135.164,3 Ha terletak di Hutan Lindung Mendawak (±19.543,5 Ha), areal kerja PT. WSL (40.750,8 Ha), dan areal kerja PT. MTI (±74.870 Ha).

Agus juga berharap, kerja sama ini dapat dilaksanakan dengan baik, dan transparan, sehingga hasil penelitian yang didapatkan dapat menjawab permasalahan-permasalahan 
yang terjadi di hutan lahan gambut seperti kebakaran Hutan, produktifitas tanaman, kesejahteraan masyarakat dan lain-lain. 

"Isu lingkungan dan kehutanan sering menjadi isu politik yang perlu ditangani dengan sebaik-baiknya. Litbang harus bisa terlibat dalam penyelesaian segala permasalahan lingkungan dan kehutanan, dan oleh karena itu kita perlu membuat penelitian-penelitian yang kita kembangkan, dan mendukung untuk menyelesaikan permasalahan tersebut", tegas Agus.

Di akhir sambutannya, Agus juga menekankan pentingnya membangun sinergitas, atau keterpaduan dalam mengelola dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan lingkungan dan kehutanan, baik secara internal maupun eksternal.

Sebagai koordinator proyek penelitian, BLI KLHK menugaskan peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (P3H), yaitu Profesor Riset Chairil Anwar Siregar. Dalam kesempatan ini, Prof. Chairil menyampaikan kemajuan kegiatan penelitian yang telah dilakukan, dengan menggunakan metode Sensory Data Transmission Service Assisted by Midori Engineering III (SESAME III).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. WSL, Yakub Husin, menyampaikan apresiasinya kepada BLI KLHK atas kerja sama yang dilakukan. Yakub menyadari perlunya dukungan dari berbagai pihak, sehingga kerja sama penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang maksimal, untuk mendukung kebijakan nasional terhadap pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.

Dukungan juga disampaikan oleh Fitrian Ardiansyah, Ketua Yayasan Inisiatif Dagang Hijau, yang menyampaikan pentingnya  mengembangkan model bisnis berdasarkan bukti-bukti riset dan ilmiah, untuk mendukung pembangunan daerah. Ia berharap, kegiatan serupa dapat menjadi contoh untuk dilakukan pada lanskap yang lebih luas, sehingga gambut bisa lebih produktif, tata air terjaga, dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai.

Sementara itu, Kepala P3H, Kirsfianti L. Ginoga menuturkan, kegiatan ini juga sejalan dengan impementasi International Tropical Peatlands Center (ITPC),sebagai sistem pendukung ilmu pengetahuan (knowledge support system).

Turut hadir dalam acara Kick Off, Staf Khusus Menteri LHK Bidang Koordinasi Jaringan LSM dan Amdal, Hanni Adiati, perwakilan dari FAO, Duta Besar Jepang, Duta Besar Norwegia, Sekretariat Jenderal KLHK, Badan Restorasi Gambut, Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, NGO, APHI, serta para peneliti dan akademisi.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR