Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Inovasi

Dua Inovasi KLHK Menuju Top 45 IPP 2019

Jumat, 14 Juni 2019

Mengikuti tahap presentasi dan wawancara

Dua Inovasi KLHK Menuju Top 45 IPP 2019
@kempanrb
Rapat Koordinasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019, Jakarta, Rabu (12/6/2019)

Jakarta -- Dua inovasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan mengikuti tahap presentasi dan wawancara yang merupakan seleksi menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019, pada Juli mendatang.  Ini merupakan tahap lanjutan setelah berhasil terpilih sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik (IPP) Tahun 2019 dalam kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). 

Kedua inovasi KLHK yang terpilih sebagai Top 99 IPP 2019 adalah Program Penilaian Peringkat (Proper) Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan dan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Web (Sipongi). Keduanya berhasil menyisihkan 1.872 proposal yang disubmit dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2019.

Baca Juga: SILK Raih Top 40 Inovasi Pelayanan Publik

“Kami atas nama pimpinan Kementerian PANRB menyampaikan selamat atas terpilihnya inovasi Saudara sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019,” kata Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA, Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kementerian PANRB saat membuka Rapat Koordinasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Pada kesempatan tersebut, Diah menyampaikan harapan agar para inovator memanfaatkan rapat koordinasi ini sebaik-baiknya, untuk memperoleh pembekalan persiapan tahap presentasi dan wawancara Top 99, yang merupakan seleksi menuju Top 45 IPP 2019. Untuk menuju Top 45, inovator harus mengikuti presentasi dan wawancara. Kehadiran pucuk pimpinan kementerian, lembaga, provinsi, kabupaten/kota atau BUMN dalam presentasi merupakan nilai lebih. Sebab hal itu menunjukkan komitmen dari pimpinan tertinggi serta pemahaman terhadap inovasi di instansi yang dipimpinnya.

Baca Juga: SILK Masuk Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018

“Kami juga berharap memperoleh informasi penting dan dokumen yang diperlukan dalam rangka penyusunan Buku Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang akan dijadikan referensi pembelajaran Inovasi Pelayanan Publik,” lanjutnya.  Buku Top 99 IPP 2019 tersebut akan berisi seluruh ringkasan inovasi dan komentar para pimpinan tertinggi lembaga yang inovasinya masuk dalam Top 99 IPP tersebut.

KIPP ini merupakan strategi menumbuhkan inovasi. Selain untuk menjaring dan mendokumentasikan IPP yang dihasilkan berbagai lembaga di Indonesia, utamanya juga untuk mendiseminasikan, dan mempromosikan inovasi sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga: SILK Tembus 99 Besar Inovasi Pelayanan Publik 2018

Perwakilan KLHK yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut adalah Badan Litbang dan Inovasi (BLI) yang mulai 2019 menjadi admin lokal (perwakilan kementerian/lembaga) lingkup KLHK. Tahun sebelumnya admin lokal tersebut diwakili oleh Sekretariat Jenderal KLHK.  Selain itu, hadir pula inovator PROPER dan SIPONGI KLHK.

Tahun 2019, KLHK telah mengikutsertakan 25 proposal inovasi yang disubmit ke Sekretariat KIPP. Sebanyak 12 proposal KLHK lolos seleksi administrasi. Dari 12 judul tersebut, 4 judul berasal dari BLI, yaitu Anoa Breeding Center (BP2LHK Manado), SIMFONI Sistem Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Benih Unggul – SIMFONI (B2P2BPTH Yogyakarta), Pita Volume Pohon (BP2TA Ciamis) dan SISKANA Sistem Kalkulasi IKA-INA (P3KLL).

Baca Juga: Semakin Informatif, KLHK Meraih Penghargaan KIP

PROPER merupakan program asli yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Berawal pada tahun 1997 bernama PROKASIH (Program Kali bersih) yang hanya menilai single media yaitu pengendalian pencemaran air. Kemudian tahun 2002 dikembangkan menjadi penilaian integrasi 3 media yaitu Air, Udara dan B3.

Pada 2014 PROPER dikembangkan dengan menambahkan kriteria yang dapat mendorong perusahaan melakukan  efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya, continuously  improvement, peningkatan kualitas produk, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar industri melalui program corporate social responsibility (CSR). Dengan demikian perusahaan tidak saja taat terhadap peraturan perundangan, namun juga mampu melaksanakan praktek pengelolaan lingkungan terbaik.

Baca Juga: BLI KLHK Luncurkan Siproline dan Sijainal

SIPONGI merupakan sistem yang dapat meningkatkan efektifitas kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.  Peningkatan efektifitas tersebut diindikasikan dengan respon cepat dari personil di lapangan dan pelaporan yang lebih efektif.

SIPONGI merupakan hasil pemikiran terkait efektifitas pengolahan dan pengumpulan data yang dahulu dilakukan secara manual menjadi terotomatisasi dengan sumber data yaitu Terra Aqua (NASA), Terra Aqua (LAPAN), SNPP (LAPAN) dan NOAA (ASMC) serta data cuaca dari BMKG. Data dalam SIPONGI juga lebih akurat karena mengandung informasi tentang lokasi hingga tingkat desa beserta status lahannya. Data juga diselaraskan setiap 30 menit, sehingga data hotspot yang dihasilkan  aktual (near-real-time/ mendekati waktu sesungguhnya). Ini sangat bermanfaat bagi tim pemadam karhutla untuk mengetahui lokasi kebakaran secara cepat, sehingga tindakan pemadaman dini dapat dilakukan sebelum kebakaran tersebut menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan.

Baca Juga: BLI Pimpin Inovasi Bidang LHK di Masa Depan

Diharapkan dalam KIPP 2019 yang merupakan kompetisi ke-6 yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB ini, KLHK dapat mengulang sukses di tahun sebelumnya. Kesuksesan tersebut tidak hanya dengan mencatatkan inovasi-inovasinya sebagai salah satu inovasi pelayanan publik terbaik di Inonesia, melainkan juga mampu memberikan dampak atau menjadi pengungkit perubahan, dalam mendorong percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR