Selasa, 18 Juni 2019

Bunga Bangkai Ditemukan di Kota Sorong

Selasa, 11 Juni 2019

Tumbuh di halaman rumah warga

Bunga Bangkai Ditemukan di Kota Sorong
BP2LHK Manokwari
Bunga bangkai

Manokwari -- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah II Papua Barat menerima laporan masyarakat tentang adanya bunga bangkai yang tumbuh di halaman rumah warga di Jalan Pahlawan, Kota Sorong, Jumat (7/6/2019). Karena itu, BBKSDA Wilayah II Papua Barat meminta kepada seluruh jajaran untuk mencari informasi tentang tumbuhan tersebut. 

Berita tentang ditemukannya bunga bangkai ini semakin cepat tersebar dan menjadi viral melalui media sosial. Banyak petinggi dan pejabat daerah, termasuk bupati dan wali kota bertanya-tanya tentang tumbuhan tersebut.

Sebenarnya jenis bunga bangkai yang tumbuh di halaman rumah warga di Kota Sorong itu bukan penemuan yang pertama kali di Papua. Sebelumnya, peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manokwari, Krisma Lekitoo dan Onasius Piter M.Matani pernah menemukan tumbuhan tersebut di Kabupaten Teluk Wondama pada tahun 2004.

Berdasarkan ciri morfologi dari bunga bangkai tersebut, kepastian status taksonomi dari bunga bangkai tersebut adalah Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson. Hasil temuan tersebut, telah dipublikasikan dalam bentuk poster dan dicetak pada saat itu.

Menurut the Angiosperm Phylogeny Group (APG), ada ± 202 jenis iles-eles atau bunga bangkai yang tumbuh di seluruh dunia. Iles-iles asli berasal dari Vietnam (21 spesies), kemudian diintroduksi ke Tiongkok Selatan (15 spesies) dan menyebar sampai ke Jepang pada abad ke-10 (Kay 1987). Tanaman juga menyebar dari Kepulauan Andaman, India (13 spesies), menuju ke timur melalui Myanmar masuk ke Thailand (53 spesies), kemudian ke Laos (20 spesies), Kamboja (3 spesies), Filipina (9 spesies), Malaysia (22 spesies), dan Indonesia (24 spesies) (Flach dan Rumawas 1996). Genus Amorphophallus yang diperkirakan memiliki 200 spesies ini menyebar pula ke Afrika (38 spesies) dan Australia (satu spesies).

Menurut the Angiosperm Phylogeny Group (APG), basionim dan sinonim dari bunga bangkai tersebut adalah 

Basionim
1. Dracontium paeoniifolium Dennst.

Sinonim 
1. Amorphophallus campanulatus Decne.
2. Amorphophallus campanulatus var. blumei Prain
3. Amorphophallus campanulatus f. darnleyensis F.M.Bailey
4. Amorphophallus chatty Andrews
5. Amorphophallus decurrens (Blanco) Kunth
6. Amorphophallus dixenii K.Larsen & S.S.Larsen
7. Amorphophallus dubius Blume
8. Amorphophallus giganteus Blume
9. Amorphophallus gigantiflorus Hayata
10. Amorphophallus malaccensis Ridl.
11. Amorphophallus microappendiculatus Engl.
12. Amorphophallus paeoniifolius var. campanulatus (Decne.) Sivad.
13. Amorphophallus rex Prain
14. Amorphophallus rex Prain ex Hook. f.
15. Amorphophallus sativus Blume
16. Amorphophallus virosus N.E.Br.
17. Arum campanulatum Roxb.
18. Arum decurrens Blanco
19. Arum phalliferum Oken
20. Arum rumphii Gaudich.
21. Arum rumphii Oken
22. Candarum hookeri Schott
23. Candarum roxburghii Schott
24. Candarum rumphii Schott
25. Conophallus giganteus Schott ex Miq.
26. Conophallus sativus (Blume) Schott
27. Dracontium paeoniifolium Dennst.
28. Dracontium polyphyllum Dennst.
29. Dracontium polyphyllum G.Forst.
30. Hydrosme gigantiflora (Hayata) S.S.Ying
31. Kunda verrucosa Raf.
32. Plesmonium nobile Schott
33. Pythion campanulatum Mart.

Klasifikasi ilmiah (botani) dari bunga bangkai tersebut adalah 

Kerajaan : Plantae 
Divisi : Magnoliophyta 
Kelas : Liliopsida 
Ordo : Alismatales
Famili : Araceae 
Genus : Amorphophallus 
Spesies : Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson

Nama Dagang/Daerah
Umum/Dagang : Suweg 
Jawa : Suweg, ileus

Tumbuhan bunga bangkai (Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson), pertama kali dipublikasikan oleh Nicolson, D.H. (1977) dalam Taxon 26(2/3): 338. Deskripsi Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson, adalah sebagai berikut;

Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson
Terna atau herba, tingginya mencapai 2 m. Batang tunggal, semu, berdiameter 50-70 mm, tumbuh tegak, lunak, halus berwarna hijau atau hitam dengan belang-belang putih, tumbuh pada umbi yang berada di dalam tanah. Batang akan terbagi menjadi tiga batang sekunder dan kemudian terbagi lagi menjadi tangkai daun. Tangkai daun berukuran 40-190 cm x 1-3 cm, halus, berwarna hijau hingga hijau kecoklatan dengan sejumlah belang putih kehijauan (hijau pucat). Daun termasuk daun majemuk dan terbagi menjadi beberapa helaian daun (menjari), berwarna hijau muda sampai hijau tua. 

Anakan helaian daun berbentuk ellips dengan ujung runcing, permukaan daun halus bergelombang. Bunga akan tumbuh pada saat musim hujan dari umbi yang tidak mengalami tumbuh daun (flush), bunga tersusun atas seludang bunga, putik dan benangsari. Inflorescence bertangkai pendek; panjang 3 sampai 20 cm, berdiameter sekitar 1 hingga 8 cm, biasanya lebih pucat dan lebih halus dari tangkai daun; bubut campanulate, lebih luas dari panjang, panjang 10 sampai sekitar 40 cm, diameter 15 sampai 60 cm, sangat bergelombang, alas luar sangat bervariasi, warna latar belakang mulai dari hijau pucat hingga coklat tua, biasanya dengan bintik-bintik paler melingkar besar dan kecil, zona atas kotor keputihan atau merah muda sangat pucat, ekstremitas luar sebagai pangkalan tetapi dengan flush merah marun lebih menonjol, terutama di dekat margin, ekstremitas dalam biasanya berkilau gelap merah marun,
sebagian besar berbentuk kerucut, berdaging. 

Buah berbentuk tandan, berbentuk oval, termasuk buah berdaging dan majemuk, berwarna hijau muda pada waktu muda dan kuning kehijauan sampai orange merah pada waktu tua (masak). Biji hampir sebesar buah. Pemanfaatan : Umbi yang dapat dimakan (Brand Miller et al. 1993).

Secara ekologi bunga bangkai tumbuh menyebar pada hutan monson, hutan belukar atau savana dan hutan hujan tropis. Penyebarannya meliputi ; Australia, Cina, India, Banglades, Laos, Myanmar, Philipina, Srilanka, Vietnam, Malesia (Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Jawa, Kepulauan sunda kecil, Semenanjung Malaysia, Maluku), Madagaskar dan Papua termasuk Papua Nugini.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR