Kamis, 12 Desember 2019
News & Nature
Inovasi

Tukar Chainshaw dengan Modal Usaha

Senin, 29 April 2019

Program penanggulangan penebang liar di Taman Nasional Gunung Palung

Tukar Chainshaw dengan Modal Usaha
ksdae.menlhk.go.id
Penyerahan chainsaw tukar putus ke-105 dari masyarakat kepada Balai TNGP dan Asri dilakukan oleh Muhamad Soleh atau akrab dipanggil pak Tole (48), warga Desa Sedahan Jaya, Dusun Tanjung Banjar, Kabupaten Kayong Utara, Selasa (23/4/2019) lalu

Kayong Utara -- Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) bersama Yayasan Alam Sehat Lestari (Asri) memiliki program Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dalam program yang sudah dimulai sejak Januari 2017 ini, masyarakat yang menyerahkan chainsaw-nya kepada Asri akan mendapatkan modal usaha untuk kegiatan bisnis bersama. Bisnis bersama tersebut akan menjadi alternatif mata pencaharian bagi mantan pelaku penebang liar sebagai upaya menanggulangi penebangan liar di kawasan TNGP.

Penyerahan chainsaw tukar putus ke-105 dari masyarakat kepada Balai TNGP dan Asri dilakukan oleh Muhamad Soleh atau akrab dipanggil pak Tole (48), warga Desa Sedahan Jaya, Dusun Tanjung Banjar, Kabupaten Kayong Utara, Selasa (23/4/2019) lalu. Sesuai program, warga tersebut mendapatkan modal usaha peraih atau berjualan keliling ikan, sayur, buah dan lain-lain.

Baca Juga: Mahasiswa Untan Kuliah Lapangan di TNGP

Perwakilan Yayasan Asri, Agus mengatakan, berdasarkan survey yang dilakukan pada tahun 2017, ada sekitar 150 orang penebang liar. "Pada tahun 2019 ini kami berencana untuk melalukan survey kembali. Karena faktanya penjualan chainsaw masih tinggi. Harapan saya semoga lebih banyak lagi penebang liar yang beralih profesi. Meskipun pendapatannya tinggi, pekerjaan tersebut beresiko tinggi,” katanya.
 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR