Selasa, 10 Desember 2019
News & Nature
Inovasi

CCTV Pendeteksi Karhutla di TNRAW Mulai Beroperasi

Rabu, 6 Maret 2019

Diresmikan Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem

CCTV Pendeteksi Karhutla di TNRAW Mulai Beroperasi
ksdae.menlhk.go.id
Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE), Ir. Herry Subagiadi M.Sc meresmikan pengoperasian CCTV deteksi dini karhutla di TNRAW

Tatangge -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE telah memasang dua kamera Closed Circuit Television (CCTV) pendeteksi dini kebakaran hutan di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW).

Pengoperasian CCTV deteksi dini kebakaran ini secara resmi dibuka Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE), Ir. Herry Subagiadi M.Sc yang ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti.

Baca Juga: Atasi Karhutla dengan Teknologi Modifikasi Cuaca

Dalam sambutannya, Herry mengatakan, CCTV sebagai alat pendeteksi titik panas atau kebakaran yang pertama dipasang di Indonesia, khusus di kawasan konservasi dan merupakan pilot project, sehingga dapat membantu percepatan petugas dalam memadamkan api serta mengurangi luas kebakaran di TNRAW.

Manfaat lain dari adanya kamera pemantau ini adalah dapat membantu pihak terkait seperti kepolisian dan pemerintah daerah untuk membantu tugas dan fungsinya. Untuk itu, TNRAW akan membuka kerjasama dengan pihak lain apabila membutuhkan informasi dalam penggunaan CCTV tersebut.

Kepala Balai TNRAW, Ali Bahri, S.Sos., M.Si menjelaskan, untuk pengoperasian dan monitoring penggunaan CCTV ini nanti akan dihubungkan ke Manggala Agni Daops Tinanggea sehingga dapat melakukan monitoring bersama. Untuk itu dalam beberapa waktu ke depan BTNRAW akan melakukan pelatihan operator bagi tim Manggala Agni Daops Tinanggea.

Selain itu untuk tahapan selanjutnya, lokasi pemasangan tower pemantau akan dipagar keliling demi keamanan alat. Kepala Balai pun berharap dengan adanya CCTV ini dapat membantu seluruh pihak untuk dapat bekerja cepat dalam pengendalian kebakaran kawasan TNRAW. Berdasarkan data dari Balai TNRAW, sepanjang tahun 2018 luas lahan savana yang terbakar mencapai 2.677,1 hektar.

Baca Juga: Jangan Politisasi Status Siaga Karhutla

Launching penggunaan CCTV pendeteksi dini kebakaran hutan ini dihadiri pula Camat Lantari Jaya, Camat Tinanggea, Polres Bombana, Kapolsek Tinanggea, Kapolsek Lantari Jaya, Danramil Rumbia, Manggala Agni Daops Tinanggea dan beberapa Kepala Desa sekitar kawasan serta Tokoh masyarakat TN Rawa Aopa Watumohai, Kasi Wilayah, Ka Resort lingkup TNRAW dan seluruh staf Balai TNRAW.

Prinsip kerja CCTV monitoring kebakaran hutan dengan menggunakan aplikasi INSIGHT GLOBE (aplikasi pendekteksi suhu panas) dan aplikasi SMOKE UI (aplikasi pendeteksi asap). 
 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR