Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Inovasi

Cegah Karhutla Melalui Pengolahan Cuka Kayu

Jumat, 18 Januari 2019

Inovasi KLHK

Cegah Karhutla Melalui Pengolahan Cuka Kayu
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berinovasi dengan melakukan pengolahan cuka kayu yang memanfaatkan limbah hasil pembersihan lahan

Jakarta -- Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) senantiasa membutuhkan inovasi dan peran aktif Masyarakat Peduli Api (MPA). Selama ini aktivitas membuka atau membersihkan lahan dan kebun banyak menghasilkan limbah dari batang dan pohon yang ditebang. Sementara itu, membakar limbah masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat karena dianggap mudah, cepat, dan murah. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berinovasi dengan melakukan pengolahan cuka kayu yang memanfaatkan limbah hasil pembersihan lahan.

Baca Juga: Cegah Karhutla, KLHK Hadirkan Sekolah Lapangan

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan selalu menyampaikan bahwa dalam upaya pencegahan karhutla, salah satu langkah yang dilakukan adalah pemanfaatan bahan bakaran serta pembinaan MPA. “Pelatihan pengolahan cuka kayu ini menjadi upaya yang dilakukan KLHK sehingga masyarakat ataupun MPA dapat mengembangkannya selain untuk mengurangi bahan bakaran juga dapat menjadi alternatif pendapatan bagi masyarakat,” pesan Raffles.

KLHK melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Inovasi (BLI) KLHK menggelar pelatihan pengolahan cuka kayu kepada MPA dan Kelompok Tani di Kantor Daops Manggala Agni Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (16/1). Pada kesempatan tersebut, Kepala Sub Direktorat Sistem Kemitraan dan MPA, Afrizal menyatakan bahwa pengolahan cuka kayu ini merupakan salah satu terobosan dalam pencegahan karhutla. Pelatihan pengolahan cuka kayu diberikan kepada MPA dan Kelompok Tani yang berinteraksi langsung dalam pengelolaan lahan.

“KLHK terus mengembangkan inovasi-inovasi dalam upaya pengendalian karhutla dengan memberikan keterampilan mengolah cuka kayu kepada MPA. Hal ini kami kembangkan karena KLHK senantiasa memandang MPA sebagai kelompok masyarakat yang berperan aktif dan diharapkan menjadi pelopor dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan," ujar Afrizal.

MPA dan Kelompok Tani yang menjadi peserta pelatihan adalah MPA Desa Sungai Besar, MPA Desa Sungai Pelang, MPA Desa Tempurukan, MPA Desa Singai Awan Kiri, Kelopok Tani Desa Sungai Kinjil, Kelompok Tani Desa Sungai Awan Kiri, dan Kelompok Tani Sumber Rejeki. Peserta diberikan pelatihan bagaimana mengolah limbah hasil pembersihan lahan menjadi cuka kayu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, insektisida, bahan-bahan kesehatan, dan bahan-bahan lainnya.

Baca Juga: Pemerintah Kembangkan Berbagai Inovasi PLTB

Hadir dalam pelatihan tersebut Kepala Pusat BLI, peneliti BLI, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, Kepala Dinas UKM, Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Masyarakat Kabupaten Ketaoang, Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Ketapang BKSDA Kalimantan Barat, Kepala KPH Ketapang Utara, Kepala KPH Ketapang Selatan, Kepala Puslitbang Hasil Hutan Bogor, Daops Koordinator Manggala Agni Kalimantan Barat.

Untuk pengembangan cuka kayu ini lebih jauh, BLI berkomitmen akan melakukan penelitian laboratorium secara mendalam sehingga dapat diketahui kandungan dari cuka kayu untuk manfaat yang lebih besar. 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR