Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Inovasi

Melihat Progres Pengembangan PLTMH di TN Matalawa

Senin, 26 November 2018

Diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa

Melihat Progres Pengembangan PLTMH di TN Matalawa
ksdae.menlhk.go.id
Progres Pengembangan PLTMH di TN Matalawa

Waingapu -- Kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan masih sangat rendah. Hal ini menjadi realita yang tidak terbantahkan. Begitu pula dengan masyarakat desa di sekitar kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa). Hampir sebagian besar desa yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi di Pulau Sumba ini termasuk ke dalam kategori tertinggal dan miskin. Minimnya sarana dan prasarana pendukung, serta sulitnya aksesibilitas menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat sekitar kawasan TN Matalawa.

Salah satu upaya pengelola TN Matalawa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di sekitar kawasan adalah dengan pengembangan sumber energi terbarukan (mikrohidro) melalui pemanfaatan potensi air yang berasal dari dalam kawasan hutan. Pembangkit listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan pembangkit listrik tenaga air skala kecil dengan batasan kapasitas energi listrik yang dihasilkan antara 5 kilowatt hingga 1 megawatt. 

Baca Juga: Eksplorasi Cahaya di Mengkilau

Pada tahun 2018, TN Matalawa mengembangkan PLTMH di dua desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan, yaitu Wanggameti dan Mahaniwa dengan output energi listrik yang dihasilkan sebesar 45 kilowatt. Dalam pelaksanaannya Balai TN Matalawa bekerjasama dengan Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar, mulai dari tahap survey, perencanaan hingga pengembangannya. 

Hingga saat ini proses pembangunan PLTMH di Kedua Desa masih terus berjalan dan ditargetkan pada minggu kedua bulan Desember, masyarakat sudah dapat menikmati listrik yang dihasilkan dari PLTMH tersebut.

Baca Juga: Ekspedisi Membawa Terang ke Tanah Sumba

"Pengembangan energi terbarukan (mikrohidro) merupakan langkah nyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan hutan diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ujar Kepala Balai TN Matalawa, Maman Surahman, S.Hut.,M.Si.

Sehingga ketergantungan masyarakat akan potensi sumberdaya hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup dapat diminimalisir dan keberlangsungan hutan TN Matalawa akan terus lestari serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Sumba.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR