Hilang Setelah Berwudlu di Sungai Jelang Salat Subuh, Warga Pasaman Barat Diduga Diterkam Buaya

- Selasa, 24 Januari 2023 | 11:55 WIB
Bupati Pasaman Barat Hamsuardi memantau langsung pencarian warga yang diduga diterkam buaya, Minggu, 22 Januari 2023 (pasamanbaratkab.go.id)
Bupati Pasaman Barat Hamsuardi memantau langsung pencarian warga yang diduga diterkam buaya, Minggu, 22 Januari 2023 (pasamanbaratkab.go.id)

KABAR ALAM - Konflik manusia dan buaya bukan hanya terjadi di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pada waktu yang hampir bersamaan juga terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Pada Kamis, 19 Januari 2023 lalu, seorang warga Jorong Rantau Panjang, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie bernama Silen (35) dinyatakan hilang. Dugaan sementara, warga tersebut diterkam buaya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan KABARALAM.com dari akun Instagram Basarnas Pasaman, tim SAR masih melakukan pencarian hingga Senin, 23 Januari 2023. Pencarian korban dilakukan gabungan Basarnas, BPBD, TNI, Polri serta masyarakat.

Baca Juga: Cianjur Sudah 487 Kali Digoyang Gempa Bumi Susulan Sejak 21 November 2022

Informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, korban diduga diterkam buaya saat berwudu di Sungai Batang Pasaman. Kejadian tersebut sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Jarak dari rumah ke TKP sekitar 10 meter.

Pada Minggu, 22 Januari 2023, pencarian dibantu pawang buaya dan masyarakat. Bahkan, ada petugas yang melakukan penyelaman untuk mencari jasad korban.

Di hari itu, Bupati Pasaman Barat Hamsuardi juga turut memantau upaya pencarian. Kepada masyarakat, ia meminta mereka untuk berhati-hati ketika memasuki masa kawin atau masa bertelur hewan buas seperti buaya. Karena hewan tersebut akan buas dan mudah memangsa.

Baca Juga: Breaking News, Cianjur Kembali Gempa Bumi, Kali ini Magnitudo 4,3, BMKG Sampaikan Waspada Gempa Susulan

"Kita berharap jasad korban secepatnya kita temukan dan Allah menolong kita selama pencarian ini. Kepada masyarakat saya himbau untuk tetap waspada ketika berada di aliran sungai dan dekat rawa. Kalau bisa kurangi aktivitas di dekat sungai," katanya seperti dikutip KABARALAM.com di laman resmi Pemkab Pasaman Barat.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X