Ini Analisis BMKG  Kejadian Gempa Bumi Di Tenggara Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara  

- Senin, 23 Januari 2023 | 21:35 WIB
 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi terjadi 18 Januari 2023, pukul 13:06:14 tidak berpotensi tsunami. (Dok. bmkg.go.id)
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi terjadi 18 Januari 2023, pukul 13:06:14 tidak berpotensi tsunami. (Dok. bmkg.go.id)

 

KABAR ALAM -  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi terjadi pada hari Rabu, tanggal 18 Januari 2023, pukul 13:06:14 WIB dengan lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 127.11?BT dan 2.80?LU, berjarak sekitar 141 km tenggara kota Melonguane (ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara), dengan magnitudo (M7,1) pada kedalaman 64 km.

Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 127.051?BT dan 2.740?LU dengan magnitudo (M7,0) pada kedalaman 48 km. Berdasarkan data dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127.05?BT dan 2.72?LU, dengan magnitudo (M7,0) pada kedalaman 41 km.

Baca Juga: Update Gempa Perairan Maluku dan Sulawesi Utara, Giliran Tobelo Terguncang

Kondisi Geologi dan Penyebab Gempa Bumi

Jika dilihat dari kondisi geologi dan penyebab gempa bumi, lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. Morfologi daerah Kabupaten Kepulauan Talaud berupa perbukitan pada bagian tengah pulau, lembah dan dataran pantai.

Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri dari endapan pantai, endapan sungai, dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu dengan jenis mekanismenya adalah sesar mendatar.

Baca Juga: Breaking News, Gempa Bumi Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane Sulawesi Utara

Dilaporkan pihak berwenang setempat, hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Sitaro pada skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity).

Halaman:

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X