Sinergitas dan Kolaborasi Kelola Tapak dalam Upaya Konservasi Spesies dan Penanggulangan Karhutla

- Senin, 23 Januari 2023 | 16:59 WIB
Acara pembinaan kepada para pegawai UPT KLHK dan KPH lingkup Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak. (ppid.menlhk.go.id)
Acara pembinaan kepada para pegawai UPT KLHK dan KPH lingkup Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak. (ppid.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Dalam lawatan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono memberikan arahan pembinaan kepada para pegawai UPT KLHK dan KPH lingkup Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu malam 21 Januari 2023.

"Saya kembali menyampaikan pentingnya pemahaman dan penguasaan regulasi berkaitan dengan lingkungan, kehutanan, konservasi, tata ruang dan pemerintah daerah. Regulasi tersebut akan menjadi pedoman dan panduan untuk kita bekerja dengan baik di tingkat tapak, khususnya untuk sektor kehutanan," katanya.

Provinsi Kalimantan Barat memiliki kawasan hutan seluas 8.388.072 Ha, yang memerlukan pengelolaan yang intensif dan sinergi melalui pola kolaborasi antar UPT KLHK, UPTD KPH, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: KLHK Lepas Mengga dan Rambi, Beruang Madu ke Habitat Alami di Kab. Kubu Raya Kalbar, Semoga Lestari

Selanjutnya Bambang mengatakan sudah saatnya bekerja bersama dan kolaborasi satu sama lain dilakukan untuk memperkuat kelola tapak dalam upaya mengoptimalkan ruang kelola inklusif, ruang kelola konservasi keanekaragaman hayati di luar KSA dan KPA, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan optimalisasi operasional tapak berbasis resort (Resort Based Managament).

"Langkah kolaborasi UPT KLHK, UPTD KPH, dan Pemegang Izin Konsesi (Swasta) serta pengintegrasian kelola spesies satwa liar di hutan produksi akan kita lakukan tanggal 22 Januari 2023 melalui pelepasliaran beruang (Helarctos malayanus) di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan PT. Manggala Rambu Utama," katanya.

Kegiatan ini menjadi momen yang baik bagi pemangku/pengelola hutan produksi dan hutan lindung untuk menaruh perhatian besar dan berpartisipasi aktif dalam konservasi spesies satwa liar.

Bambang Hendroyono juga meminta semua pihak untuk bersiap atasi potensi Karhutla, sebagaimana rapat koordinasi khusus penanggulangan karhutla di Jakarta tanggal 20 Januari 2023.

Baca Juga: Warganet Masih Terheran-heran Buaya Tak Mangsa Jasad Bocah 4 Tahun di Kutai Timur

Halaman:

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: ppid.menlhk.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X