Ini Prestasi Neneng Kurniasih, Penyidik Perempuan KLHK yang Menyabet Penghargaan dari PBB

- Kamis, 1 Desember 2022 | 09:57 WIB
Neneng Kurniasih, penyidik perempuan KLHK (kiri) menerima 2022 Asia Environmental Enforcement Awards kategori Gender Leadership and Womens Empowerment dari PBB. (ppid.menlhk.go.id)
Neneng Kurniasih, penyidik perempuan KLHK (kiri) menerima 2022 Asia Environmental Enforcement Awards kategori Gender Leadership and Womens Empowerment dari PBB. (ppid.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Neneng Kurniasih, meraih penghargaan 2022 Asia Environmental Enforcement Awards kategori Gender Leadership and Women’s Empowerment.

Anugerah ini diberikan atas kontribusinya terhadap penyidikan kejahatan lintas batas terkait limbah bahan berbahaya dan beracun.

Penghargaan diberikan secara langsung oleh Dechen Tsering, Direktur Asia Pasifik the United Nations Environment Programme (UNEP), di Hotel Pullman Bangkok King Power, Rabu 30 November 2022.

Neneng Kurniasih merupakan salah satu dari 10 penyidik perempuan dari total 220 penyidik yang ada di KLHK. Neneng telah menangani 35 kasus pencemaran lingkungan hidup, termasuk kasus-kasus yang melibatkan korporasi.

Baca Juga: Berlibur di Sembalun Lawang, Lombok, Desa Wisata dengan Pesona Alam yang Menghipnotis Mata

Neneng juga turut andil dalam penyidikan kejahatan lintas batas (transnational) diantaranya yaitu kasus pencemaran akibat tumpahan minyak dari Kapal Tanker MT Freya berbendera Panama, kasus limbah illegal oleh PT Jannas, dan kasus limbah berbahaya dan beracun oleh Kapal Angkut Cramoil Equity berbendera Belize.

Peran Neneng sangat penting dalam penyidikan bersama (Joint Investigation) dengan penyidik KSOP Batam dalam kasus limbah ilegal dari Singapura dengan terdakwa Nakhoda Kapal Angkut Cramoil Equity. Terdakwa divonis hukuman penjara 7 tahun 8 bulan serta denda Rp.5.050.000.000,-(lima miliar lima puluh juta rupiah), putusan penjara tertinggi sepanjang sejarah bagi kasus lingkungan hidup di Indonesia.

The Asia Environmental Enforcement Awards merupakan penghargaan yang diberikan berdasarkan hasil penilaian komite ahli dari berbagai lembaga di bawah PBB yaitu the United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), the United Nations Environment Programme (UNEP), the United Nations Development Programme (UNDP), the Secretariat of the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), the International Criminal Police Organization (INTERPOL), the World Customs Organization (WCO) dan the Secretariat of the Basel Convention.

Baca Juga: Top 5 Hits 30 November 2022, Bukit Sanghyang Dora Majalengka Terus Menebar Pesona

Halaman:

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X