• Jumat, 9 Desember 2022

Ratusan Gempa Susulan Terjadi di Cianjur, BMKG: Reda Dalam Empat Hari

- Rabu, 23 November 2022 | 16:12 WIB
 Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, intensitas gempa susulan di Kabupaten Cianjur akan semakin melandai dalam waktu empat hari ke depan sejak 22 November yang lalu (bmkg.go.id)
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, intensitas gempa susulan di Kabupaten Cianjur akan semakin melandai dalam waktu empat hari ke depan sejak 22 November yang lalu (bmkg.go.id)

KABAR ALAM - Gempa bumi susulan terus menggoyang Kabupaten Cianjur. Namun, warga diminta tetap tenang karena intensitas gempa bumi susulan semakin melandai.

Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, intensitas gempa susulan di Kabupaten Cianjur akan semakin melandai dalam waktu empat hari ke depan sejak 22 November yang lalu.

Berdasarkan catatan BMKG, hingga Rabu, 23 November 2022, pukul 08.00 WIB, jumlah gempa susulan yang tercatat sebanyak 162 kali dengan magnitudo terbesar 4.2 dan terkecil pada magnitudo 1.2.

Baca Juga: Mengintip Keajaiban Telaga Nila Majalengka yang Bikin Penasaran

Seperti diketahui, gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 21 November 2022, pukul 13.21 WIB. Gempa itu dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta.

"Gempa-gempa susulan itu sebagian besar tidak dirasakan, dan yang bisa mencatat adalah alat, dan ada beberapa yang dapat dirasakan. InsyaAllah, dalam kurun waku empat hari ke depan, gempa-gempa susulan tersebut sudah reda dan stabil," ungkap Dwikorita seperti dikutip KABARALAM dari laman resmi BMKG, Rabu, 23 November 2022.

Dwikorita mengatakan, memasuki puncak musim penghujan, BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam ikutan seperti longsor dan banjir bandang yang membawa material-material reruntuhan lereng akibat gempa M5.6.

Baca Juga: Selama Tiga Hari, SITH ITB Diskusikan Teknologi Terkini Translational Omics dan Bioinformatika

"Saat ini curah hujan sedang meningkat menuju puncaknya di bulan Desember hingga Januari nanti, jadi harus diwaspadai kemungkinan terjadinya bencana ikutan usai gempa kemarin. Material lereng yang runtuh seperti tanah, batu, pohon, kerikil, dan lainnya harus dibersihkan agar tidak terbawa air dan menjadi banjir bandang. Hal ini pernah terjadi saat gempa Palu dan Pasaman Barat," ujarnya.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X