• Jumat, 9 Desember 2022

Peringatan Dini BMKG untuk Warga Cianjur: Waspadai Bencana Lanjutan Longsor dan Banjir Bandang!

- Selasa, 22 November 2022 | 20:36 WIB
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati (bmkg.go.id)
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati (bmkg.go.id)

KABAR ALAM - Di tengah upaya pemulihan pascabencana gempa bumi berskala 5.6 SR, warga Cianjur diminta tetap waspada. Sebab, setelah gempa bumi, mereka masih menghadapi ancaman bencana lanjutan berupa tanah longsor dan banjir bandang.

Peringatan dini tentang ancaman tanah longsor dan banjir bandang setelah gempa bumi yang mengguncang Cianjur itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, imbauan mewaspadai tanah longsor dan banjir bandang usai gempa bumi ini dikhususkan bagi masyarakat Cianjur yang bermukim di lereng-lereng perbukitan dan di lembah atau bantaran sungai.

Baca Juga: Begini Janji Jokowi untuk Korban Gempa Bumi Bermagnitudo 5.6 SR di Cianjur

Menurutnya, besar kemungkinan lereng-lereng perbukitan di Cianjur menjadi rapuh usai terjadinya gempa bumi. Hal ini dapat semakin diperparah dengan tingginya intensitas hujan yang berpotensi mengguyur Cianjur.

"Lereng-lereng yang rapuh ini ditambah hujan deras dapat memicu terjadinya longsor dan banjir bandang dengan membawa material runtuhan lereng. Jadi masyarakat dan pemerintah setempat juga perlu mewaspadai adanya kolateral hazard atau bahaya ikutan usai gempa kemarin," katanya dalam siaran pers BMKG.

Dwikorita menyampaikan, banyaknya korban jiwa dalam peristiwa gempa Cianjur akibat tertimpa bangunan yang tidak mampu menahan guncangan gempa.

Baca Juga: Menikmati Kesejukan Desa Gunungsari dan Susur Sungai Cadas Ngampar Ciamis

Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengonfirmasikan ada sebanyak 162 korban yang meninggal dunia dan 326 luka-luka akibat gempa Cianjur.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X