• Jumat, 9 Desember 2022

Cara Petani Bertahan di Tengah Kelangkaan Pupuk

- Kamis, 17 November 2022 | 14:09 WIB
Sejumlah petani di wilayah Bojonegoro, Gresik, Blitar mampu bertahan di tengah kelangkaan pupuk urea dan TSP dengan cara membuat sendiri pupuk dari pupuk kandang yang difermentasi.  (Dok. bumn.go.id)
Sejumlah petani di wilayah Bojonegoro, Gresik, Blitar mampu bertahan di tengah kelangkaan pupuk urea dan TSP dengan cara membuat sendiri pupuk dari pupuk kandang yang difermentasi. (Dok. bumn.go.id)

KABARALAM - Sejumlah petani di wilayah Bojonegoro, Gresik, Blitar mampu bertahan di tengah kelangkaan pupuk urea dan TSP dengan cara membuat sendiri pupuk dari pupuk kandang yang difermentasi. Hal ini diungkapkan oleh mitra petani dari Orkes Rantai Pasok Pangan Mohamad Maulud melalui sesi wawancara via telepon, oleh tim Kabaralam.com.

Dikatakan Maulud, kelangkaan pupuk tidak terlalu berdampak banyak, karena para petani bisa memanfaatkan kotoran hewan untuk diolah menjadi pupuk kandang yang difermentasi.

Menurut Maulud, sejauh ini, kelangkaan pupuk di wilayahnya dapat diatasi dengan membuat pupuk sendiri dari kotoran hewan yang difermentasi atau biasa disebut dengan pupuk kandang. Maulud kerap memberikan pelatihan kepada para petani bagaimana cara membuat pupuk dari kotoran hewan.

Baca Juga: Thekelan, Jalur Pendakian Legendaris Gunung Merbabu via (Konon) Pintu Masuk Kerajaan Gaib dan Jembatan Setan

Dia berharap, dengan metode getok tular, petani mengetahui cara membuat pupuk sendiri, dan bisa mengatasi masalah kelangkaan pupuk di wilayahnya dengan memanfaatkan kotoran hewan yang difermentasi untuk dijadikan pupuk kandang.

“Banyak sekali, hampir semua petani itu pasti ada kotoran sapi kotoran ayam kotoran kambing itu yang kita rubah fermentasi dengan mikroba,” kata Maulud yang kerap dipanggil Ilud, Ketua Mitra Petani Komunitas Rantai Pasok Pangan.

Dalam sambutan pidato Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hotel Apurva Kempinski, Bali, Selasa (15/11), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, menyinggung persoalan kelangkaan pupuk adalah hal yang tidak dapat disepelekan. 

Baca Juga: Menanti Kisah Baru Ifan dan Kokom, Pasangan Owa Jawa yang Dilepas BBKSDA Jabar di Cagar Alam Gunung Tilu

Lahan pertanian cabe menggunakan pupuk kandang yang difermentas (Dok. komunitas petani)

Halaman:

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X