• Jumat, 9 Desember 2022

Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Kejagung Terima Surat Perintah Penyidikan untuk Tiga Perusahaan

- Kamis, 17 November 2022 | 11:17 WIB
Gedung Kejaksaan Agung RI (kejaksaan.go.id)
Gedung Kejaksaan Agung RI (kejaksaan.go.id)


KABAR ALAM - Kejaksaan Agung RI (Kejagung RI) mengaku sudah menerima tiga surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) terkait kasus gagal ginjal akut pada anak.

Sudah diterimanya tiga SPDP kasus gagal ginjal akut pada anak itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana.

Ia mengatakan, SPDP kasus gagal ginjal akut pada anak sudah diterima beberapa hari sebelum kunjungan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) Penny Lukito ke Kantor Kejagung, Rabu, 16 November 2022.

Baca Juga: Meriahkan HUT Babel Ke-22, IA-ITB Babel Gelar Webinar Waste Management sebagai Penunjang Ketahanan Daerah

"Ada tiga perusahaan. Yang disidik oleh BPOM dua perusahaan, satu perusahaan oleh Polri. Menurut informasi, akan berkembang menjadi enam, tapi belum ada SPDP," ujar Ketut seperti dikutip KABARALAM.com dari laman PMJNews.com, Kamis, 17 November 2022.

Ketut memastikan Kejagung akan mempercepat penanganan perkara tersebut agar ada kepastian hukum. Dia menyebut para pelaku yang terlibat akan ditindak tegas.

"Untuk kepastian hukum buat masyarakat dan bagi pelaku tindak pidana. Oh iya (penindakan tegas), penyidik bukan hanya BPOM, penyidik juga dari kepolisian," jelasnya.

Baca Juga: Danau Kaco, Mutiara di Tengah Kerindangan Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Jambi

Dari tiga SPDP yang diterima Kejagung, lanjut Ketut, belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Dia menyebut perkara tersebut melibatkan perusahaan bukan perorangan.

"Karna belum ada penetapan tersangka, jadi saya tidak berani sebutkan, jadi ada 3 perusahaan yang sudah disidik," jelasnya.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X