• Kamis, 1 Desember 2022

Menteri Pertanian RI : Penguatan Ketahanan Pangan Bersama sebagai Pilar Utama Kemanusiaan

- Selasa, 15 November 2022 | 12:42 WIB
Mentan menghadiri Global Food Security forum yang digelar Minggu, 13 November 2022. (pertanian.go.id)
Mentan menghadiri Global Food Security forum yang digelar Minggu, 13 November 2022. (pertanian.go.id)

KABARALAM – Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo (Mentan RI SYL), mengatakan bahwa bagi Indonesia ada tiga hal penting yang menjadi fokus utama dalam mengantisipasi krisis dunia. Pertama mempromosikan sistem pertanian dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan. 

Kedua, mempromosikan perdagangan pertanian yang terbuka dan non diskriminatif dan ketiga memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan yang ada. Ketiganya merupakan upaya penguatan ketahanan pangan bersama sebagai pilar utama kemanusiaan. Hal tersebut diungkapkan YSL ketika menghadiri Global Food Security forum yang digelar Minggu, 13 November 2022. 

"Saya selalu katakan pangan adalah human right. Karena itu tidak boleh ada negara di G20 ini menutup diri atau membatasi ekspornya atau memproteksi hanya kepentingan nasional karena kita sudah menyepakatinya," katanya.

Baca Juga: Mengungkap Kisah Pengkhianatan Tingkat Tinggi di Balik Keberadaan Situ Sangiang Majalengka

Selain mengajak negara G20 untuk menguatkan ketahanan pangan bersama sebagai pilar utama kemanusiaan dunia, menurut SYL sektor pangan sangatlah penting hanya karena kepentingan negaranya sendiri. SYL juga mengatakan bahwa sektor pangan sesuai kesepakatan yang ada merupakan sektor super prioritas yang harus dikelola bersama dan berkelanjutan. Oleh karena itu, anggaran di semua negara juga harus dinaikkan untuk mendukung ketersediaannya.

"Apa yang ingin saya katakan bahwa kerjasama dunia dalam menghadapi krisis pangan ini mutlak dilakukan karena tidak ada satu negara yang punya kemampuan sendiri. Inilah yang juga akan bersoal secara global," ujar SYL.

Baca Juga: Menikmati Sunset dan Memancing Gratis di Setu Sedong Cirebon

"Kalau kita bicara konteks global, mapping kita terhadap yang mana negara-negara yang bersoal pangannya harus bisa kita pastikan untuk melakukan langkah seperti apa subjeknya, objeknya dan metodologi yang kita pakai untuk membantu mereka yang sorted di bidang pangan," katanya.

Menurut SYL, di Indonesia tersedia stok beras  sebanyak 10,2 juta ton. Dikatakannya, intinya semua kekuatan dari sebuah negara yang sudah melampaui kemampuan atau ketersediaannya untuk tingkat nasional masing-masing harus dicanangkan untuk kepentingan global.

Halaman:

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menteri LHK Apresiasi Bogor Go Green 7

Minggu, 27 November 2022 | 20:25 WIB
X