• Jumat, 9 Desember 2022

KKP Menyerahkan Bantuan Sarana dan Prasarana Kepada Bank Sampah di Buleleng, Bali

- Minggu, 13 November 2022 | 08:08 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  menyerahkan bantuan kepada masyarakat penggiat sampah di Buleleng, Bali. Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap keberadaan bank sampah dalam penangan sampah di Bali. (kkp.go.id)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan bantuan kepada masyarakat penggiat sampah di Buleleng, Bali. Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap keberadaan bank sampah dalam penangan sampah di Bali. (kkp.go.id)

KABARALAM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan bantuan kepada masyarakat penggiat sampah di Buleleng, Bali. Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap keberadaan bank sampah dalam penangan sampah di Bali.


Bantuan sarana dan prasarana Tempat Pembuangan Sementara (TPS)/Pusat Daur Ulang (PDU) diserahkan kepada Kelompok Penggiat Sampah "Bank Sampah Unit Kedas Mesari” berupa paket mesin press papan, kendaraan roda tiga, papan nama kegiatan dan bangunan tempat penampungan sementara di Desa Tembok, Kab. Buleleng, Prov. Bali pada Selasa (8/11) lalu.


Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil(Dit. P4K), Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Muhammad Yusuf menjelaskan Desa Tembok menjadi salah satu lokasi sasaran penyaluran bantuan pemerintah sarpras TPS/PDU Tahun 2022 karena daerah ini merupakan wilayah pesisir yang memerlukan penanganan sampah pesisir. Minimnya fasilitas ditunjang dengan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat menjadikan sampah sebuah tantangan bagi Desa Tembok.

Baca Juga: Pertamina NRE, Keppel Infrastructure, Chevron Kembangkan Proyek Hidrogen Hijau dan Amonia Hijau di Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan bantuan kepada masyarakat penggiat sampah di Buleleng, Bali. Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap keberadaan bank sampah dalam penangan sampah di Bali. (kkp.go.id)

“Pola pikir laut adalah tempat sampah terluas harus segera diperbaiki. Kebocoran sampah dari daratan yang masuk ke laut sangat berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata, mengganggu kehidupan biota laut dan ekosistem pesisir serta kesehatan manusia,” ujar Yusuf.


Dikatakan Yusuf, jika sampah plastik tidak dikendalikan dan dikelola dengan baik, maka terjadi proses pelapukan menjadi mikro dan nano plastik yang akan merusak ekosistem pesisir dan/atau dimakan oleh plankton atau ikan.

"Selanjutnya, dapat berdampak terhadap sektor perikanan dan implikasi dari mikroplastik tersebut masuk ke jejaring makanan (food-chain) sehingga dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manusia," tambah Yusuf.

Baca Juga: Top 5 Hits 12 November 2022, Kearifan Lokal Situ Sangiang Masih Menebar Pesona

Halaman:

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X