• Jumat, 30 September 2022

Peneliti Universitas Bina Nusantara Kritisi Berbagai Istilah Persampahan, Yenni: Gaya, Tapi Enggak Dimengerti!

- Kamis, 22 September 2022 | 09:13 WIB
Dosen dan peneliti dari Universitas Bina Nusantara Dr. Yenni Siswantini, S.E., Ak. menyampaikan materi pada acara  Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Sampah di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung, Kamis, 8 September 2022 (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)
Dosen dan peneliti dari Universitas Bina Nusantara Dr. Yenni Siswantini, S.E., Ak. menyampaikan materi pada acara Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Sampah di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung, Kamis, 8 September 2022 (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)

KABAR ALAM - Dosen dan peneliti dari Universitas Bina Nusantara Dr. Yenni Siswantini, S.E., Ak., M.I.Kom. menegaskan, mengelola sampah adalah mengelola perilaku manusia.

Hal itu disampaikan Yenni Siswantini pada acara Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Sampah di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung, Kamis, 8 September 2022 lalu.

Pada kesempatan itu, Yenny Siswantini menyampaikan materi berjudul "Pengelolaan Sampah Terintegrasi dalam Persektif Komunikasi Lingkungan" yang menitikberatkan pada aspek sosial dalam pengelolaan sampah di Cekungan Bandung.

Baca Juga: Hari Badak Sedunia: 10 Fakta Unik dan Menarik tentang Badak yang Perlu Anda Ketahui

Yenny mengeluhkan, selama ini permasalahan sampah hanya dilihat dari sisi teknologi. Padahal, menurutnya, mengelola sampah adalah mengelola perilaku manusia.

“Dari hasil riset yang saya lakukan, penelusuran di lapangan, ngobrol di lapangan dengan banyak orang, berdiskusi dengan para ahli, ketika kita mengelola sampah itu berarti mengelola perilaku manusia. Siapa sih produsen sampah, kita semua, ya manusia,” ucap Yenny.

Disebutkan dalam Undang Undang No. 18 Tahun 2008 disebutkan, kewajiban orang (individu, kelompok, badan usaha/organisasi) dalam pengelolaan sampah mengurangi dan menangani sampah dengan cara berwawasan lingkungan.

Baca Juga: Hari Badak Sedunia: Kisah Persalinan Rosa Setelah Delapan Kali Keguguran

Aturan yang kedua adalah mengurangi sampah dengan 3R yaitu pembatasan timbulan sampah, pendaur ulangan sampah, pemanfaatan kembali sampah.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X