• Jumat, 30 September 2022

Indonesia Berkomitmen Percepat Konversi Motor Listrik

- Rabu, 21 September 2022 | 07:43 WIB
Konversi kendaraan listrik akan dipercepat. (esdm.go.id)
Konversi kendaraan listrik akan dipercepat. (esdm.go.id)



KABAR ALAM - Pemerintah Indonesia berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan bermotor listrik.

Penggunaan motor listrik akan memberi penghematan yang besar bagi masyarakat dan negara dalam hal pengurangan devisa impor BBM atau crude.

Hal tersebut dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif seusai melakukan rapat kerja internal bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Gedung Kementerian ESDM Jakarta, Senin 19 September 2022.

Peningkatan jumlah kendaraan yang cukup drastis, dengan rata-rata pertumbuhan 4,1% per tahun, yang di dominasi kendaraan roda dua (121 juta unit tahun 2021), program konversi ini diharapkan mampu memberikan dampak sangat signifikan baik efisiensi maupun pengelolaan lingkungan.

Saat ini di Indonesia ada sekitar 120.000.000 sepeda motor, jika per satu motor menggunakan BBM 0,34 liter per hari dikalikan dengan 120.000.000 itu sama dengan 700.000 barel crude yang digunakan.

Baca Juga: Parade Konversi Motor BBM ke Listrik, Upaya Percepat Transisi Energi Bersih

"Tetapi, jika menggunakan motor listrik, dia cuma isi ulang daya baterai saja. Nah jika per liter BBM (harga lama) Rp 7.650 per liter itu akan terkumpul biaya untuk pembelian BBM sebesar Rp 2,3 juta rupiah untuk membeli BBM. Tetapi, jika menggunakan motor listrik, dia cuma mengeluarkan uang sebesar Rp 585.000 dengan harga BBM yang sekarang Rp 10.000 per liter, maka perbedaannya akan semakin besar," ujar Arifin Tasrif seperti dilansir dari siaran pers Kementerian ESDM.

Jika semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan motor listrik, diperkirakan Indonesia akan menjadi cikal bakal Indonesia membangun industri otomotifnya sendiri.

Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah telah ditetapkan untuk percepatan pelaksanaan program penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Salah satu percepatan dalam inpres tersebut, melalui program konversi kendaraan bermotor bakar menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Baca Juga: Menparekraf Dorong Destinasi Wisata di Indonesia Gunakan Kendaraan Listrik

"Saat ini program motor listrik masih dalam skala pilot project, tetapi dalam program pilot project ini kita juga sudah mempunyai 4 bengkel tersertifikasi. Saat ini ada lagi 40 bengkel lagi yang mengajukan untuk pelatihan bagaimana bisa melakukan konversi, ini akan terus ditumbuh kembangkan," terang Arifin.

Arifin mengungkapkan, dengan program ini juga akan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru, perakitan yang dilakukan oleh bengkel-bengkel service tentunya akan memerlukan tenaga kerja baru dan perputaran roda ekonomi.

"Bayangkan saja ada 120.000.000 motor kali Rp 10.000.000, itung-itung kurang lebih ada sekitar Rp 10 triliun aktivitas untuk mengonversi termasuk juga pemasangan-pemasangannya," ungkap Arifin.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, program konversi kendaraan listrik ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh presiden bahwa kementerian dan lembaga pemerintahan diminta untuk memberikan prioritas penggunaan kendaraan listrik.

"Kita bersama-sama berdiskusi dengan Kementerian Keuangan diupayakan ada subsidi pada saat adanya konversi itu terutama untuk kendaraan motor ini, baik yang dimiliki kementerian/lembaga maupun masyarakat terutama yang berkaitan yang komersial," ujar Budi.***

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: esdm.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X