• Jumat, 30 September 2022

Indonesia Harus Memperbanyak Stasiun Pengisian Baterai Kendaraan Listrik

- Minggu, 18 September 2022 | 15:02 WIB
Presiden Jokowi saat meresmikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum ultra fast charging pertama di Indonesia.  (Twitter @jokowi)
Presiden Jokowi saat meresmikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum ultra fast charging pertama di Indonesia. (Twitter @jokowi)

KABAR ALAM - Untuk mendukung Inpres Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) perlu dipersiapkan stasiun pengisian baterai kendaraan listrik yang memadai.

Hal tersebut agar mempercepat akselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

"Diharapkan ke depan jumlah dari stasiun pengisian kendaraan listrik di Indonesia harus dibuat banyak," ucap Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) BRIN, Budi Prawara seperti dikutip dari laman rri.co.id, Sabtu 17 September 2022.

Apalagi, kendaraan listrik akan diprioritaskan untuk kendaraan dinas bagi pejabat negara atau pejabat daerah.

Mungkin masyarakat pada saat yang sama juga berminat membeli kendaraan listrik.

Baca Juga: Parade Konversi Motor BBM ke Listrik, Upaya Percepat Transisi Energi Bersih

"Dengan adanya sumber energi dari baterai ini otomatis kita membutuhkan energi untuk bisa mengisi kembali baterai tersebut," ucap

Pengembangan kendaraan listrik tersebut sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi subsidi BBM.

"Subsidi BBM itu lebih dari Rp 500 triliun tentunya dapat mengurangi subsidi tersebut," ujarnya.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan riset dan inovasi untuk komponen kunci dari kendaraan listrik.

Halaman:

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X