• Jumat, 30 September 2022

BPSILHK Kuok dan PLN Tingkatkan Keterampilan Santri Lewat Budi Daya dan Diversifikasi Kayu Putih

- Rabu, 14 September 2022 | 22:19 WIB
BPSILHK Kuok bersama PLN Peduli menggelar pelatihan pengembangan ekonomi kreatif pondok pesantren melalui budi daya dan diversifikasi produk kayu putih di Kabupaten Kampar, Selasa 13 September 2022.  (Dok. BPSILHK Kuok )
BPSILHK Kuok bersama PLN Peduli menggelar pelatihan pengembangan ekonomi kreatif pondok pesantren melalui budi daya dan diversifikasi produk kayu putih di Kabupaten Kampar, Selasa 13 September 2022. (Dok. BPSILHK Kuok )

KABAR ALAM - Balai Penerapan Standar dan Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) Kuok bersama PLN Peduli menyelenggarakan pelatihan pengembangan ekonomi kreatif pondok pesantren melalui budi daya dan diversifikasi produk kayu putih di Kabupaten Kampar, Selasa 13 September 2022.

Kegiatan bertujuan meningkatkan keterampilan para santri dan mewujudkan kemandirian pondok pesantren berbasis sumber daya alam di sekitar.

Kepala BPSILHK Kuok, Priyo Kusumedi, S.Hut., M.P. mengatakan, program kerja sama dengan PT PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) ini merupakan tahun kedua.

Cakupan program berupa pembangunan rumah suling, pelatihan budi daya, pengolahan dan diversifikasi produk serta pemasaran produk kayu putih, sosialisasi standar pelayanan masyarakat pada fasilitas publik (SPM–FP) di pondok pesantren, pembangunan demplot tanaman kayu putih, dan penyusunan buku.

Baca Juga: Fasilitasi BPSI LHK Kuok Menuju Produk Perlebahan Berstandar

“Bersama PLN Peduli ini kami mengupayakan kemandirian pengelolaan pondok pesantren, membangun ekonomi pondok pesantren dan sebagai sarana edukasi bagi santri. Semuanya mengacu pada standar pelayanan menuju ramah lingkungan, aman, sehat, berkualitas dan hemat energi,” ujar Priyo seperti dikutip dari laman bpsilhk-kuok.org.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakat memiliki potensi besar dengan santrinya yang banyak.

Selain itu, adanya program Kementerian Agama melalui "santripreneur" yang disokong oleh program Pemerintah Kabupaten Kampar melalui pembangunan ekonomi kreatif berbasis UMKM.

Dalam pelaksanaan standar pelayanan masyarakat pada fasilitas publik, pesantren berupaya menerapkan adanya efisiensi energi, air, material/bahan, dan pengelolaan sampah.

Halaman:

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X