Kamis, 4 Juni 2020
News & Nature
Berita

Jangan Anggap Enteng Perubahan Iklim

Rabu, 29 April 2020

Dampak penting akibat dari perubahan iklim meliputi pencemaran air, hilangnya keanekaragaman hayati, kekurangan air bersih dan sanitasi

Jangan Anggap Enteng Perubahan Iklim
lipi.go.id

BOGOR -- Siklus air diperkirakan mengalami perubahan yang signifikan dan berdampak pada kehidupan manusia seiring dengan perubahan iklim. Hal tersebut diungkapkan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ignasius Dwi Atmana Sutapa di Bogor, Jumat (24/4/2020).

“Setidaknya terdapat lima dampak penting yang terjadi akibat dari perubahan iklim yaitu pencemaran air, hilangnya keanekaragaman hayati, kekurangan air bersih dan sanitasi, kekeringan dan banjir, serta konflik air,” kata Profesor Riset di Pusat Penelitian Limnologi LIPI tersebut dikutip lipi.go.id

Sebagai akibat perubahan iklim tersebut, Indonesia diperkirakan akan menderita dampak kenaikan muka air laut. “Naiknya permukaan air laut dapat menyebabkan beberapa pulau kecil akan tenggelam dan beberapa kota yang berada di pinggir laut seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya akan menderita banjir,” katanya.

Dwi menjelaskan, guna menanggulangi dampak perubahan iklim yang terjadi di Indonesia khususnya yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih, pemerintah terus menambah pembangunan waduk yang digunakan untuk menampung kelebihan air di musim hujan.

_________________________________________________________

Baca juga: Bedugul Selayaknya Menjadi Cagar Biosfer

_________________________________________________________

“Kelebihan air yang telah ditampung di waduk dapat dimanfaatkan pada musim kemarau yang saat ini terjadi dengan ekstrem. Selain untuk pemenuhan kebutuhan akan air bersih, waduk juga dapat menopang perekonomian masyarakat diantaranya untuk pengairan,” ungkapnya.

Ignasius mengingatkan apabila air tidak dikelola dengan baik maka suatu saat akan terjadi bencana karena air adalah aset yang sangat penting. Sumber daya air bisa dikatakan tidak tak terbatas.

“Jumlah air tetap akan tetapi kebutuhan akan air semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kualitas air yang semakin menurun dari waktu kewaktu yang disebabkan oleh aktifitas manusia,” tuturnya.

Ia menyampaikan,  97% air di bumi berada di lautan yang merupakan air asin dan hanya 3% saja yang merupakan air tawar.  “Bantu selamatkan bumi dengan mengunakan air secara bijaksana karena jumlah air tidak akan bertambah seperti yang tergambar pada siklus air,” pungkasnya.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR