Selasa, 31 Maret 2020
News & Nature
Berita

Suaka Margasatwa Ko’Mara Diterabas

Senin, 23 Maret 2020

Gakkum KLHK kembangkan penyidikan terkait keterlibatan anggota dewan

Suaka Margasatwa Ko’Mara Diterabas
Gakkum KLHK

Takalar – Kawasan Suaka Margasatwa Ko’Mara Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan diterabas alat berat oleh oknum yang membuka jalan secara ilegal. Perusakan hutan ini langsung ditindaklanjuti Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan.

"Pembukaan dengan menebang atau merobohkan pepohonan yang akan dilewati sebagai jalan dengan menggunakan alat excavator,” jelas Kepala Unit Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Balai Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Muh. Anis, SH yang terlibat langsung dalam operasi itu.

Baca juga: Komisaris Pembalak Liar Dijebloskan ke Tahanan

Sebelumnya, Gakkum KLHK mendapat laporan dari petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Resort Takalar melaporkan adanya pembukaan jalan dalam Kawasan Hutan Suaka Marga Satwa Ko’mara Kabupaten Takalar.

Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh BBKSDA Sulsel untuk meminta bantuan ke Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi untuk dilakukan pengusutan siapa pelakunya.

Pada Sabtu, 21 Maret 2020, tim Operasi gabungan Gakkum Sulawesi dan BBKSDA Sulsel serta Polda Sulsel, Dandenpom XlV/4 Makassar, KPH Jenebarang ll menemukan adanya alat berat. Alat-alat berat tersebut sudah ditarik dari dalam Kawasan Hutan Produksi, tim langsung mengamankan alat berat yang digunakan oleh pelaku untuk membuka jalan dalam Kawasan Suaka Margasatwa.

Temuan barang bukti dititip kepada pemerintahan desa setempat, sehubungan alat dalam keadaan rusak. Kepala Desa sendiri mengaku sanggup menghadirkan operator dan pengawas untuk dimintai keterangan oleh Penyidik Balai Gakkum Sulawesi melalui surat pernyataan yang ditandatangani.

Pada saat operasi di lokasi, para operator dan pengawas sendiri tidak berada di lokasi. Muh. Anis memaparkan, bahwa Kepala Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar sudah sering diperingati dan tetap tidak mengindahkan.

Tim Penyidik Balai Gakkum Sulawesi terus melakukan pengembangan dalam rangka, mengungkap otak pelaku pembuatan jalan dalam kawasan Suaka Margasatwa dan Hutan Produksi Ko’mara di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan.

Kawasan yang sudah dirambah yaitu sepanjang 1,6 kilometer (KM) dengan lebar 5 meter. Menurut keterangan mantan Danramil Polobangkeng Utara Kecamatan Polobangkeng Utara Kabupaten Takalar, Daeng Tompo wilayah atau lokasi yang dirambah oleh pelaku merupakan tanaman hasil reboisasi.

“Kerugian negara yang ditimbulkan belum dapat kami perkirakan sementara dalam pengembangan,” sebut Anis.

Hingga Senin (23/3/2020), penyidik Balai Gakkum  melakukan pemeriksaan saksi untuk mendalami kasus tersebut. “Saksi tersebut sudah kita undang hadir di Balai Gakkum dalam rangka menghadiri pemeriksaan,” kata Anis.

Anis menuturkan, informasi awal yang kami terima bahwa otak dari pada kegiatan ini adalah salah satu anggota legislasi DPRD Takalar.  “Kami belum konfirmasi yang bersangkutan, tetapi menurut Kepala Desa bahwa alat ekskavator yang digunakan untuk membuka jalan itu adalah milik JB,” kata Anis.

Lebih lanjut dikatakan Anis, kepala desa setempat juga merupakan adik oknum tersebut.  “Secara otomatis jelas Kepala Desa pasti tahu dan kami penyidik akan memanggil untuk dimintai keterangan. Kalau tidak ada halangan Kepala Desa Polongbangkeng Utara dan operator serta pengawas akan ada di Balai Gakkum Sulawesi,” tegas Anis.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR