Minggu, 8 Desember 2019
News & Nature
Berita

Kasus Illegal Logging Dilimpahkan ke Kejati Sulsel

Sabtu, 30 November 2019

Setelah dinyatakan P-21

Kasus Illegal Logging Dilimpahkan ke Kejati Sulsel
Gakkum LHK
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Gakkum Wilayah Sulawesi melimpahkan kasus dugaan ilegal logging kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan

Wajo -- Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Gakkum Wilayah Sulawesi melimpahkan kasus dugaan ilegal logging kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. Penyerahan berkas dilakukan setelah hasil penelitian JPU menyatakan, berkas perkara kasus tersebut telah lengkap (P 21) berdasarkan surat: Nomor B-3386/P.4.4/Eku.1/11/2019, tertanggal 19 November 2019. dan Surat: Nomor B-3388/P.4.4/Eku.1/11/2019 tertanggal 19 November 2019.

“Kemudian tersangka FS dan SA beserta barang bukti telah dilakukan proses tahap kedua ke Kejaksaan Negeri Wajo, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 26 Nopember 2019,” jelas tim PPNS.

Baca Juga: KLHK Tindak Ribuan Kubik Kayu Ulin dan Meranti

Sebelumnya dilaporkan, tim PPNS Balai Gakkum Wilayah Sulawesi melaksanakan kegiatan tahap II perkara pidana bidang kehutanan berupa mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi surat keterangan sah. Tim PPNS Balai Gakkum Sulawesi menyebutkan, tersangka telah memenuhi Pasal 83 Ayat (1) Joncto Pasal 12 huruf (e), dan atau Pasal 88 Ayat (1) huruf “a” Joncto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Joncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, yang terjadi di Kelurahan Bellere Kecamatan Keera Kabupaten Wajo Propinsi Sulawesi Selatan berdasarkan sebagaimana Laporan Kejadian Nomor LK.14/BPPHLHK.3/SW-I/SPORC/8/2019 Tanggal 25 Agustus 2019, sebagai tersangka berinisial FS alias F dan SA.

Kasus yang menimpa FS dan SA berawal dari hasil operasi pengamanan dan peredaran Hasil Hutan serta Tumbuhan dan Satwa Liar. “Pada Jumat Tanggal 23 Agustus 2019 sekitar jam 06.30 Wita di Kelurahan Ballere Kecamatan Keera Kabupaten Wajo Propinsi Sulawesi Selatan, tim SPORC Brigade Anoa menemukan 1 (satu) unit mobil truk bernomor polisi DD 8754 TQ warna orange  sedang parkir di di depan UD. ASTI Kecamatan Keera Kabupaten Wajo yang dikemudikan oleh KASWAN. Setelah diperiksa mobil tersebut mengangkut kayu olahan dalam bentuk bantalan,” ungkap Tim PPNS.

Kemudian, tim SPORC Brigade Anoa meminta Kaswan (sopir) memperlihatkan dokumen yang menyertai pengangkutan kayu tersebut. Dokumen tersebut berupa Nota Angkutan Kayu olahan Nomor seri: DKP.017/DKP/VIII/2019, tertanggal 22 Agustus 2019 yang ditandatangani oleh Hamsah, beralamat di Desa Puncak Indah Kabupaten Luwu Timur, truk tersebut mengangkut kayu jenis rimba campuran/jabon.

Berdasarkan hasil penelitian Tim PPNS Gakkum Sulawesi terhadap dokumen berupa Nota pengangkutan yang menyertai dan fisik kayu. Tim menduga terjadi pelanggaran, yaitu dokumen yang menyertai seharusnya menggunakan FA. KO bukan Nota angkutan olehnya itu mobil tersebut dikawal dari Keera Kabupaten Wajo menuju Kantor Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi di Makassar untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Baca Juga: KLHK Amankan 17 Kontainer Kayu Gergajian Ilegal

Terkait modus dan pola baru dalam kejahatan lingkungan dan kehutanan, Kepala Balai Gakkum LHK Wil Sulawesi, Dodi Kurniawan, S.Pt.,MH akan terus mempelajari dan meminta kepada penyidik meningkatkan kemampuan dan keahlian serta profesionalitasnya  dalam rangka meminimalisir upaya-upaya kejahatan tindak pidana lingkungan hidup dan kehutanan kedepannya.

Kepala Balai  menambahkan, mengucapkan terimakasih kepada Tim Operasi SPORC Brigade Anoa, Tim PPNS, Kepolisian daerah Sulawesi Selatan, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Kejaksaan Negeri Wajo, Polres Luwu Timur serta semua pihak yang telah membantu penyelesaian kasus ini



BAGIKAN

BERI KOMENTAR