Minggu, 8 Desember 2019
News & Nature
Berita

BKSDA Yogyakarta Beri Pelatihan Pengolahan Pupuk

Rabu, 27 November 2019

Bekerjasama dengan Gembira Loka Zoo

BKSDA Yogyakarta Beri Pelatihan Pengolahan Pupuk
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta bekerjasama dengan Gembira Loka (GL) Zoo memberikan pelatihan pengolahan pupuk organik kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sodong Makmur, Senin (25/11/2019)

Yogyakarta -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta bekerjasama dengan Gembira Loka (GL) Zoo memberikan pelatihan pengolahan pupuk organik kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sodong Makmur, Senin (25/11/2019). KTH ini merupakan salah satu kelompok tani binaan BKSDA Yogyakarta yang berada di daerah penyangga Suaka Margasatwa Paliyan.

Kegiatan ini difasilitasi GL Zoo sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka peningkatan kapasitas SDM kelompok. Bertempat di GL Zoo, rangkaian kegiatan dimulai  dengan sambutan Direktur GL Zoo, arahan Kepala BKSDA Yogyakarta dilanjutkan dengan pemberian materi "Pengolahan Pupuk" oleh Koordinator Bagian Edukasi GL Zoo,  praktek di lokasi pengolahan pupuk serta mengunjungi demplot tanaman hasil penggunaan pupuk organik gajah (lethong liman) yang tumbuh dengan subur.

Baca Juga: BKSDA Yogyakarta-Gembira Loka Zoo Kenalkan TSL

Direktur GL Zoo, KMT. A. Tirtodiprojo menyampaikan mengenai permasalahan lingkungan yang dihadapi saat ini. "Isu lingkungan di sekitar kawasan hutan yang sedang hangat diperbincangkan ini membuat GL Zoo merasa perlu memberikan kontribusi terhadap upaya penyadartahuan konservasi hutan melalui Corporate Social Responsibility GL Zoo dalam bentuk pemberdayaan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, fasilitasi pelatihan pengolahan pupuk dari feses gajah yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk pembenah tanah, ke depanya akan dilakukan pendampingan kelompok, yang akan terus dimonitor selama 1 tahun untuk mengetahui dan menilai sejauh mana progress kegiatan kelompok. "Hasil penilaian ini akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam keberlanjutan kegiatan pemberdayaan selanjutnya," jelasnya.

Baca Juga: BKSDA Yogyakarta Terima Penyerahan Satwa Liar

Kepala BKSDA Yogyakarta, M. Wahyudi dalam arahanya menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan pelatihan ini. “Dengan adanya kendala keterbatasan dalam mengakses pupuk kimia bersubsidi yang mendukung budidaya hortikultura di KTH binaan Balai KSDA Yogyakarta, selanjutnya kita sarankan kelompok tani untuk beralih ke pupuk organik dengan memanfaatkan feses ternak yang dimiliki," katanya.

Dikatakannya, untuk optimalisasi pengolahan pupuk organik, BKSDA Yogyakarta menggandeng mitra GL Zoo dan ternyata mendapatkan respon positif dengan ketersediaan feses gajah di GL Zoo yang melimpah dan dapat dimanfaatkan. "Melalui fasilitasi pelatihan pengolahan pupuk organik ini, diharapkan kelompok dapat mengolah pupuk secara mandiri untuk mendukung kegiatan budidaya hortikultura. Selanjutnya kami menghimbau agar kelompok memiliki komitmen yang kuat dalam kegiatan kelompok dan ke depan dapat menjadi demplot percontohan bukan hanya holtikultura namun juga sebagai demplot percontohan pengolahan pupuk," tuturnya.

Baca Juga: BKSDA Yogyakarta Berkoordinasi dengan Polda DIY

Kegiatan diakhiri dengan review hasil pelatihan dan komitmen bersama bahwa kelompok akan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung budidaya hortikultura dengan pendampingan antara Balai KSDA Yogyakarta dengan GL Zoo. Sebagai penutup kegiatan, kelompok mendapatkan bantuan pupuk gajah sebanyak 20 karung.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR