Kamis, 12 Desember 2019
News & Nature
Berita

TN Berbak Sembilang Aktif Ikuti Pelatihan

Selasa, 12 November 2019

Pengelolaan Kolaboratif Staf Taman Nasional dan Mitra terkait Resolusi Konflik Tenurial dan Pemberdayaan Masyarakat

TN Berbak Sembilang Aktif Ikuti Pelatihan
ksdae.menlhk.go.id
Balai Taman Nasional Berbak Sembilang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI) di SPTN Wilayah I Suak Kandis, tepatnya di Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, 6-8 November 2019

Jambi -- Balai Taman Nasional Berbak Sembilang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI) di SPTN Wilayah I Suak Kandis, tepatnya di Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, 6-8 November 2019. Ini merupakan kegiatan pelatihan ketiga yang telah dilaksanakn PILI.

Kegiatan ini bertajuk "Pengelolaan Kolaboratif Staf Taman Nasional dan Mitra terkait Resolusi Konflik Tenurial dan Pemberdayaan Masyarakat, Taman Nasional Berbak Sembilang”. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu membuat metode pemberdayaan yang tepat, memetakan potensi dan pemetaan aktor serta kelembagaan dan permasalahannya serta mempraktikkan dan menganalisa potensi ekonomi dan mengidentifikasi potensi yang bisa dikembangkan dalam jangka pendek maupun menengah. 

Baca Juga: KLHK Identifikasi Individu Baru Harimau Sumatra

Peserta pelatihan berasal dari perwakilan masyarakat Desa Rantau Rasau, Sungai Rambut dan Telaga Limo, masing-masing dua orang. Sedangkan perwakilan dari Taman Nasional Berbak Sembilang sebanyak enam orang. 

Pelatihan dibuka Kepala SPTN I Suak Kandis, Bobby Sandra, SP, M.Si. Dalam Sambutannya, Bobby menyampaikan kepada seluruh peserta untuk berperan aktif dalam pelatihan ini untuk meningkatkan soft skill terkait pengelolaan kolaboratif berbasis masyarakat. 

Baca Juga: BKSDA Jambi Lepasliarkan Tiga Buaya Muara

“Setiap peserta diharapkan dapat menguasai setiap materi yang diberikan untuk kemudian dapat diaplikasikan dilapangan terkait dengan resolusi konflik tenurial dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR