Sabtu, 7 Desember 2019
News & Nature
Berita

TN Babul Beri Pelatihan Olah Bambu

Senin, 4 November 2019

Kepada warga Desa Patanyamang

TN Babul Beri Pelatihan Olah Bambu
TN Babul
Taufik Ismail dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul). TN Babul terus membina warga sekitar kawasan hutan

Maros -- Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) terus membina warga sekitar kawasan hutan. Kali ini, latihan yang diberikan kepada warga Patanyamang berupa olah bambu menjadi kerajinan dan furnitur.

Patanyamang adalah desa enclave, yaitu perkampungan yang berada di kawasan hutan. Pagi-pagi sekali, warga Desa Patanyamang, Camba, Maros, sudah berkumpul di rumah Nurhidayah, Ketua Kelompok Tani Hutan Patanyamang. Sebanyak 30 anggota kelompok antusias menanti pelatihan olah bambu.

Baca Juga: Tajudin Sang Penangkar Kupu-Kupu di TN Babul

Kepala Desa Patanyamang, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II, dan Wakil PLN hadir pada pembukaan. "Saya ucapkan terima kasih kepada TLKM Unhas yang telah menginisiasi pelatihan olah bambu ini. Pelatihan ini tergelar berkat kerjasama TN Babul dan PT PLN Regional Sulawesi. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada warga yang berada di encalave taman nasional," ujar Kepala Seksi Taman Nasional, Alias.

Keberadaan bambu cukup melimpah di desa yang berada di tengah hutan pinus ini. Bambu juga merupakan bagian dari hasil hutan bukan kayu yang memungkinkan dimanfaatkan bagi warga yang bermukim di sekitar kawasan lindung. 

Selama dua hari, 27-28 Oktober 2019, pelatihan berlangsung di rumah Nurhidayah, sebagai bengkel pengrajin bambu. Pelatihnya tak tanggung-tanggung didatangkan jauh-jauh. Salah satunya Yoyo Budiman, Direktur Akademi Bambu Jawa Barat yang menjadi mentor membuat souvenir dari bambu. Tak hanya itu, penyelenggara juga mengundang Rusmin, perajin furnitur asal Sleman, Yogyakarta. Rusmin mengajarkan anggota kelompok tani membuat kursi bambu. Ia juga mengajarkan dasar-dasar mengolah bambu. Kedua pemateri berkolaborasi menularkan ilmu kepada peserta pelatihan. Mulai dari memilih bambu, memotong, merakit, hingga proses akhir.

Peserta begitu antusias mengikuti setiap instruksi dan mempraktikkannya.  Hingga akhirnya selama latihan mampu menghasilkan beberapa macam souvenir.  Mug ukuran kecil dan besar, asbak, hingga cover tumblir berhasil dibuat warga. Dari kelompok pembuat furnitur, dalam waktu singkat mereka mampu membuat kursi dan rak bambu. "Saya salut dengan hasil kerja teman-teman di Patanyamang. Hanya dalam waktu dua hari, mereka mampu menghasilkan beragam karya dari bambu," ujar Yoyo.

Yoyo juga memuji inovasi salah satu peserta yang membuat frame kacamata dari bambu. (Taufik/TN Babul)*

 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR