Jumat, 15 November 2019
News & Nature
Berita

Manggala Agni Padamkan Karhutla SM Padang Sugihan

Senin, 4 November 2019

Dengan semangat pantang pulang sebelum padam

Manggala Agni Padamkan Karhutla SM Padang Sugihan
ppid.menlhk.go.id
Selama 30 hari bertenda dilakukan tim Manggala Agni Sumatera Selatan untuk memadamkan karhutla di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

Jakarta -- Selama 30 hari bertenda dilakukan tim Manggala Agni Sumatera Selatan untuk memadamkan karhutla di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sulitnya medan di SM ini dan tanah gambut yang terbakar menjadikan upaya pemadaman yang dilakukan membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan hingga berminggu-minggu. Para anggota Manggala Agni ini pun harus rela untuk meninggalkan keluarganya dalam tempo yang cukup lama.

Untuk mendorong semangat para petugas dilapangan tersebut, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera (BPPIKHL Wil. Sumatera) memberikan tambahan logistik pemadaman, bahan makanan dan alat kesehatan antara lain berupa tabung oksigen, susu, dan vitamin daya tahan tubuh. 

“Bantuan logistik, makanan dan alat kesehatan ini merupakan dukungan tambahan sebagai bentuk penyemangat untuk rekan-rekan Manggala Agni yang melaksanakan pemadaman di Kawasan SM Padang Sugihan. Mereka sudah berjibaku lebih dari sebulan disini tanpa kenal lelah melaksanakan tugas mulia” ujar Ferdian Krisnanto, Kepala BPPIKHL Wil. Sumatera, saat melakukan kunjungan ke lokasi, Selasa (29/10/2019).

Selanjutnya tentang kejadian karhutla di SM Padang Sugihan, Kepala Daerah Operasi (Kadaops) OKI, Candra Irfansyah mengatakan, “Di kawasan SM Padang Sugihan ini yang terbakar berupa tanah gambut, dan yang terbakar berada beberapa meter di bawah permukaan tanah. Pemadaman dilakukan secara terus menerus hingga terbentuk bubur tanah agar dapat benar-benar padam. Jika masih mengeluarkan asap kemudian ditinggal masih ada kemungkinan akan terbakar lagi dan merembet ke areal yang lain. Dengan kondisi demikian pemadaman dapat memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu,”. 

Pemadaman ini dilakukan dengan membuat sekat bakar sehingga api tidak merembet ke areal yang lain. Selain itu, juga pompa pemadaman menggunakan racun api (flame freeze) yang dicampurkan ke dalam air agar api dapat padam lebih cepat. 

Sulitnya medan dan terbatasnya personil, peralatan dan ketersediaan sumber air tidak mengurangi semangat tim gabungan Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) OKI, Manggala Agni Daops Lahat, Manggala Agni Daops Banyuasin, Brigdal Karhutla Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) dan Masyarakat Peduli Api (MPA). 

Kadaops OKI juga mengatakan selain pemadaman, upaya-upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla) terus dilakukan seperti Patroli Terpadu, Patroli Mandiri Pencegahan Karhutla dan Kampanye Pencegahan Karhutla. 

Dalam setiap upaya pencegahan, petugas selalu menghimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, terutama pada lahan gambut dan kondisi cuaca kering ini karena dampaknya akan sangat merugikan.

Sementara itu Agus Salim, anggota Manggala Agni mengungkapkan kerinduannya untuk bertemu keluarga yang ditinggalkanya untuk bertugas dilapangan memadamkan karhutla ini. “Selama beberapa hari melakukan pemadaman di lokasi tanpa pulang ke rumah pasti merasa rindu dengan keluarga, tapi kebersamaan dengan sesama anggota Manggala Agni membuat kami tetap bersemangat dan pantang menyerah. Ini tugas dan juga ibadah,” ujarnya

Meski beberapa hari dilokasi pemadaman, tim gabungan ini tetap semangat, kerjasama tim yang solid dan kebersamaan yang mereka rasakan membuat mereka pantang menyerah menjadikan langit biru kembali.

Kondisi terakhir dilaporkan bahwa titik api di kawasan SM Padang Sugihan mulai menurun. Selain karena pemadaman rutin, hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Sumsel juga menjadi faktor pendukung turunnya titik panas.

Menurut pantauan Satelit TERRA/AQUA (NASA) dengan level confidence > 80% menunjukkan titik panas yang berada di wilayah Sumsel dan sekitarnya per tanggal (4/11) diketahui hanya tersisa enam titik panas.(*)


agni_9.jpg


BAGIKAN

BERI KOMENTAR