Sabtu, 7 Desember 2019
News & Nature
Berita

TNAL Mencari Sumber Tenaga Listrik Mikrohidro

Rabu, 30 Oktober 2019

Sumber air ideal

TNAL Mencari Sumber Tenaga Listrik Mikrohidro
ksdae.menlhk.go.id
Survei sumber air TNAL

Sofifi -- Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) memiliki berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat sekitar kawasan. Selain Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan jasa wisata alam, kawasan TNAL juga memiliki sumber air yang dapat digunakan sebagai sumber tenaga listrik mikrohidro.

Pada tahun 2012, Balai TNAL melaksanakan kegiatan survei potensi mikrohidro pada beberapa titik kawasan. Salah satunya adalah di Dusun Tayawi, Resort Tayawi, SPTN Wilayah I Weda. Kegiatan tersebut mengundang Balai Penelitian Dan Pengembangan Hutan Makassar (sekarang Balai Penelitian dan Pengembangan LHK). 

Baca Juga: TNAL Gelar Diskusi Pengelolaan ODTWA Tayawi

Hasil survei adalah tidak efektifnya pembuatan mikrohidro di sekitar kawasan yang telah disurvei. Hal ini dikarenakan sumber air dengan ketinggian tertentu memiliki jarak yang jauh dan tim belum menemukan sumber air yang sesuai.

Tahun ini, tepatnya pada 24 Oktober 2019, Balai TNAL kembali mengadakan survei pembuatan mikrohidro di Dusun Tayawi. Hal ini dikarenakan telah ditemukannya sumber air yang sesuai di kawasan Resort Tayawi dengan jarak yang memenuhi syarat. Mikro hidro ini juga diperuntukkan bagi masyarakat adat Tobelo dalam atau Togutil dalam pemenuhan sumber energi listrik mereka.

Baca Juga: TNAL dan PT Antam Lanjutkan Kerjasama

Tim survei yang terdiri dari petugas Resort Tayawi, SPTN Wilayah I, Litbang LHK Makassar yang dipimpin oleh Hunggul Yudono Setio Hadi Nugroho bersama masyarakat Dusun Tayawi dan kelompok wisata SWAT melakukan survei sumber air yang akan dijadikan mikro hidro. Sumber air tersebut adalah air terjun Gosimo.

Setelah melakukan perhitungan dari hasil tersebut didapatkan, pembangunan mikrohidro di Resort Tayawi memenuhi syarat dan dapat dilaksanakan pembangunan.  Sumber listrik yang akan dihasilkan sekitar 3.000 watt. Sumber listrik tersebut sudah dapat mencukupi kebutuhan minimal rumah warga Dusun Tayawi, gereja, guesthouse kelompok SWAT dan Kantor Resort Tayawi. “Mikrohidro ini penting bagi masyarakat yang sampai saat ini belum mendapatkan penerangan”, kata Kepala Balai TNAL, T. Heri Wibowo. 

Baca Juga: Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air di TNAL

Setelah survei dan penghitungan hasi, dilakukan pertemuan dengan seluruh warga Dusun Tayawi. Pertemuan tersebut dilaksanakan untuk mendapatkan kesepahaman dalam pengelolaan mikrohidro kedepannya. Selain itu, tim survei juga memberikan pengertian tentang mikro hidro dan manfaatnya.

Keesokan harinya, tim survei kembali kelapangan guna mengukur kebutuhan pipa, kabel dan peralatan lainnya. Tim juga melakukan pembersihan jalur dan area seluas 3x2 meter sebagai rumah pembangkit. “Semoga bisa digunakan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan bagi mereka,” katanya.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR