Selasa, 10 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

BKSDA Kalsel Beri Bantuan Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 15 Oktober 2019

Kepada dua kelompok masyarakat di kawasan penyangga SM Pelaihari

BKSDA Kalsel Beri Bantuan Pemberdayaan Masyarakat
ksdae.menlhk.go.id
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan menyerahkan dana bantuan fasilitasi pemberdayaan masyarakat di daerah penyangga kawasan konservasi Suaka Margasatwa Pelaihari

Sabuhur -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan menyerahkan dana bantuan fasilitasi pemberdayaan masyarakat di daerah penyangga kawasan konservasi Suaka Margasatwa Pelaihari.  Pemberian bantuan sebagai wujud pembinaan dan dukungan kepada kelompok masyarakat di daerah penyangga untuk mengembangkan usaha berdasarkan potensi desa. Kegiatan ini juga bertujuan sebagai peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Pelaihari.

Bantuan diserahkan langsung Kepala BKSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi Kepala Resort SM Pelaihari Akhmad Fauzan, S.Hut beserta tim.  Selain itu turut hadir Babinsa Desa Sabuhur, Serda Sudaryono dan Perwakilan tokoh masyarakat, Nordin.

Baca Juga: BKSDA Kalsel Bentuk Kelompok Kemitraan Konservasi

Ada dua kelompok masyarakat daerah penyangga sebagai penerima bantuan. Sahrudin mewakili Kelompok Madu Jaya Desa Sabuhur yang bergerak mengembangkan lebah madu Serena dan Kalulut dengan jumlah anggota 20 orang, dan Taibani mewakili Kelompok Laksamana Bahari Desa Swarangan yang bergerak pengemasan ikan laut dengan jumlah anggota 20 orang.

Mahrus menyampaikan, kondisi sekarang ini untuk dapat mengelolaan kawasan konservasi secara optimal perlu keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan.  Kegiatan pemberdayaan masyarakat merupakan sebagai bentuk menjalin silaturahmi dan membangun jejaring kerja antara pemangku kawasan dengan masyarakat sehingga tercipta kondisi saling menghargai, saling percaya dan saling menguntungkan. Melalui pemberdayaan masyarakat juga diharapkan bermanfaat secara ekonomi dalam peningkatan pendapatan masyarakat serta memberikan manfaat secara sosial budaya dimana ada kekompakan dalam kelompok, saling menghormati dan mendukung antar anggota.

Dalam kegiatan ini diserahkan bantuan dana secara simbolis sebesar Rp 22 juta untuk masing-masing kelompok pemberdayaan. Bantuan ini digunakan untuk memperkuat kelembagaan serta pengembangan usaha ekonomi produktif kelompok melalui kegiatan seperti budidaya lebah madu di Desa Sabuhur dan Pengemasan Produk Perikanan (Ikan Asin dan Kerupuk) di Desa Swarangan.  Kepala Balai mengharapkan bantuan yang diserahkan harus terukur terkait peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan dan dilakukan evaluasi terhadap permasalahan yang dihadapi.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR