Kamis, 12 Desember 2019
News & Nature
Berita

TN Matalawa Nilai Efektivitas Pengelolaan Kawasan

Selasa, 8 Oktober 2019

Berdasarkan Management Effectiveness Tracking Tools

TN Matalawa Nilai Efektivitas Pengelolaan Kawasan
ksdae.menlhk.go.id
TN Matalawa Nilai Efektivitas Pengelolaan Kawasan

Waingapu -- Metode penilaian pengelolaan kawasan konservasi berdasarkan pada Peraturan Direktur Jenderal KSDAE Nomor: P.15/KSDAE-SET/2015 tentang Pedoman Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi di Indonesia atau biasa disebut dengan Management Effectiveness Tracking Tools (METT). Dihadiri lebih dari 50 orang stakeholders, proses penilaian berlangsung lancar dan tepat sasaran.

Peserta diskusi yang hadir dibagi dua kelompok untuk menilai masing-masing kawasan Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti. Dua kelompok ini berisi pegawai Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) beserta stakeholders terkait seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari 3 Kabupaten, perwakilan Kecamatan serta perangkat Desa sekitar kawasan, juga Lembaga Swadaya Masyarakat. Hal ini dilakukan guna menjaga objektivitas penilaian sehingga menghasilkan nilai yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: BKSDA Yogyakarta Lakukan Penilaian METT

Setelah berdiskusi sejak pukul 10.00 hingga pukul 16.30 WIB, para peserta diskusi berhasil menyepakati nilai yang sudah diperoleh. Kawasan Manupeu Tanah Daru pada tahun ini memperoleh nilai 81 dan Laiwangi Wanggameti memperoleh nilai 85. Kedua nilai ini mengalami pengingkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 80 untuk Manupeu Tanah Daru dan 70 untuk Laiwangi Wanggameti.

Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M, mengungkapkan, nilai yang naik ini menandakan, pengelolaan sudah dilaksanakan dengan baik. Pekerjaan berat kita untuk mempertahankan nilai ini dan bila perlu ditingkatkan sehingga manfaat lain dari pengelolaan kawasan akan lebih terasa untuk masyarakat.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR