Kamis, 12 Desember 2019
News & Nature
Berita

KLHK Ajak Warga NTB Pilah Sampah dari Rumah

Selasa, 8 Oktober 2019

Lokasi ketiga gerakan nasional

KLHK Ajak Warga NTB Pilah Sampah dari Rumah
ksdae.menlhk.go.id
Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) di di Monumen Bumi Gora Taman Udayana Mataram bertepatan dengan program mingguan Pemerintah Kota Mataram "Car Free Day" di Jalan Udayana, Minggu (6/10/2019)

Mataram -- Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi lokasi ketiga Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3). Kegiatan dilaksanakan di Monumen Bumi Gora Taman Udayana Mataram bertepatan dengan program mingguan Pemerintah Kota Mataram "Car Free Day" di Jalan Udayana, Minggu (6/10/2019).

Dirjen PSLB3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, S.H., M.Sc. hadir dalam kegiatan ini. Ia didampingi Novrizal Tahar, S.T., M.Si. (Direktur Pengelolaan Sampah), Dr. Ir Haruki Agustina, M.Sc (Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3) dan Drs. Rijaluzzaman (Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali & NusaTenggara). Tak ketinggalan juga UPT KLHK di Provinsi NTB yakni Balai KSDA NTB oleh Ir. Ari Subiantoro, M.P., Balai TN Rinjani dan BPDAS HL Dodokan Moyosari melalui Kepala Balai, KSBTU dan staf juga turut hadir memeriahkan kegiatan.

Baca Juga: BKSDA NTB Peringati World Clean-up Day 2019

Dari Pemerintah Provinsi NTB ada Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom B.SC.F, M.SI. beserta OPD terkait. Tak lupa para siswa-siswi SMP di Kota Mataram beserta guru dan wali murid.

"Pagi ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Ibu Wakil Gubernur (Provinsi NTB) mengajak seluruh Warga Provinsi NTB terutama Warga Kota Mataram untuk sama-sama kita pilah sampah, Setuju?" ujar Rosa dalam pembukaan acara di hadapan peserta kegiatan.

Baca Juga: Saka Wanabakti Bersihkan Sampah di Sungai Kapuas

Di lokasi acara juga diadakan "Pameran Sampah" yang dipenuhi stand-stand para pelopor pengelola sampah di Provinsi NTB, khususnya Kota Mataram. Dengan Prinsip "Reduce, Reuse and Recycle", peserta pameran mencoba memamerkan kreatifitas hasil kerajinan dari sampah yang bisa kembali digunakan, bahkan beberapa bernilai ekonomi untuk bisa dijual kembali. Contohnya hiasan untuk dekorasi ruangan berbentuk bunga yang dibuat dari rangkaian botol plastik bekas minuman, celemek yang dibuat dari rangkaian bungkus bekas sabun cuci, termasuk juga bagaimana cara menumbuhkan bakteri kompos yang mampu "memakan" dan menguraikan sampah organik rumah tangga dalam waktu singkat untuk kemudian hasilnya bisa kembali dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.

Pada prinsipnya, Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah menekankan konsep reuse (gunakan kembali), reduce (kurangi) dan recycle (daur ulang). Dan ini menghasilkan ide bahwa sampah rumah tangga masih memiliki manfaat, tidak semua harus berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). 

Baca Juga: KLHK Luncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Beberapa contoh, pertama Reuse (gunakan kembali) dimana dimulai menggunakan botol minum isi ulang, wadah makanan dan tas belanja untuk mengurangi sampah plastik sehingga paling tidak dapat meminimalkan atau mengurangi (Reduce) potensi sampah. Kemudian daur ulang (Recycle), sampah organik seperti bungkus daun pisang, potongan kulit buah dan sisa lauk masih bisa digunakan untuk sebagai pupuk tanaman dengan menggunakan bakteri kompos. Selanjutnya sampah anorganik seperti kertas dan botol plastik bekas masih dibutuhkan oleh industri untuk kembali digunakan sebagai bahan baku pembuatan kertas dan botol plastik baru.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR