Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Berita

BKSDA Yogyakarta Lakukan Penilaian METT

Sabtu, 5 Oktober 2019

Bersama para pihak

BKSDA Yogyakarta Lakukan Penilaian METT
ksdae.menlhk.go.id
BKSDA Yogyakarta menyelenggarakan Penilaian Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi menggunakan framework Management Effectiveness Tracking Tool (METT), 2–3 Oktober 2019

Yogyakarta -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)Yogyakarta menyelenggarakan Penilaian Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi menggunakan framework Management Effectiveness Tracking Tool (METT), 2–3 Oktober 2019.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala BKSDA Yogyakarta M. Wahyudi mengatakan, pada umumnya menyadari permasalahan yang dihadapi dalam mengelola kawasan konservasi, nmun kesulitan mengidentifikasi prioritas permasalahan, alokasi sumber daya, serta mengetahui efektivitas mencapai tujuan pengelolaan. "Untuk itu perlu dilakukan penilaian terhadap efektivitas pengelolaan kawasan konservasi," katanya.

Baca Juga: BKSDA Yogyakarta Beri Pendampingan Masyarakat

Penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi selain penting untuk mengidentifikasi prioritas dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan pengelolaan juga dapat mendukung terlaksananya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan kawasan konservasi kepada publik.

Kegiatan Penilaian METT hari pertama dilaksanakan di Hotel Prima SR Jalan Magelang Km 11. Agendanya penilaian METT Kawasan CA/TWA Batu Gamping dan SM Sermo. Sedangkan hari kedua dilaksanakan di Goebog Resto Bantul dengan agenda penilaian METT kawasan CA Imogiri dan SM Paliyan.

Stakeholder terkait dalam kegiatan penilaian METT ini berasal dari unsur akademisi, pemda, LSM dan para pihak yang terlibat dalam kegiatan BKSDA Yogyakarta. Sebagai fasilitator kegiatan ini Dr. M. Taufik Tri Hermawan dari Fakultas Kehutanan UGM dan Tessa Rossanda, S.Hut dari Balai KSDA Yogyakarta.

Hasil akhir penilaian METT tahun 2019 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dengan penilaian METT tahun 2017 dan 2018  yang juga dilakukan Balai KSDA Yogyakarta bersama-sama dengan para pihak terkait.

Baca Juga: Kader Konservasi BKSDA Yogyakarta Ikuti Pembinaan

Peningkatan nilai METT secara signifikan tersebut dipengaruhi oleh aspek perencanaan sesuai RPJP yang telah disahkannya, adanya dokumen penataan blok pengelolaan dan rencana pengelolaan kawasan konservasi Balai KSDA Yogyakarta serta aspek pemberdayaan masyarakat yang sudah dirasakan oleh masyarakat.


Kata kunci:

BAGIKAN

BERI KOMENTAR