Sabtu, 7 Desember 2019
News & Nature
Berita

Mengintip Kelanjutan ITTO Project di TNGGP

Jumat, 20 September 2019

Focus Group Disscussion (FGD) di Kantor Bidang PTN Wilayah III Bogor

Mengintip Kelanjutan ITTO Project di TNGGP
ksdae.menlhk.go.id
Focus Group Disscussion (FGD) di Kantor Bidang PTN Wilayah III Bogor, Selasa (17/9/2019) lalu


Bogor -- Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Bogor yang diwakili Plh Kepala Bidang, Amru Ikhwansyah membuka Focus Group Disscussion (FGD) di Kantor Bidang PTN Wilayah III Bogor, Selasa (17/9/2019) lalu. Kegiatan ini merupakan rangkaian Project International Tropical Timber Organization (ITTO) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sebagai area inti Cagar Biosfer Cibodas. 

Selain TNGGP, hadir pada FGD tersebut, pihak ITTO (project team and consultant), perwakilan KTH LBC Lestari dan KTH Wangun Jaya, dengan jumlah peserta 20 orang. KTH yang menjadi target kegiatan ini merupakan kelompok masyarakat eks penggarap lahan kawasan TNGGP yang saat ini telah beralih mata pencaharian dan berusaha mengembangkan potensi kawasan di luar sektor pertanian. Mereka berasal dari KTH Wangun Jaya merupakan kelompok yang sedang menginisiasi budidaya ikan lele di Desa Pasir Buncir dan KTH LBC Lestari dengan kegiatan pengembangan wisatanya di Blok Lebak Ciherang, Desa Cileungsi.

Baca Juga: TNGGP Kampanyekan Pendaki Cerdas

Seperti disampaikan konsultan ITTO dari Tim Natural Resource Development Centre (NRDC), Laksmini, tujuan FGD adalah memfasilitasi arah pengembangan potensi kelompok yang nantinya akan didukung melalui kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dan akan dijadikan percontohan (model) bagi kelompok lainnya.

Selain menggali potensi yang dapat dikembangkan dalam masyarakat di daerah penyangga taman nasional, juga menginventarisasi berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok masyarakat.

FGD tersebut semakin memperjelas bahwa kelompok binaan TNGGP diarahkan untuk memiliki usaha perekonomian lain yang tidak memerlukan lahan yang luas baik itu untuk jangka panjang, menengah dan pendek. Seperti halnya, KTH Wangun Jaya yang merupakan kelompok pemohon perpanjangan akses pemungutan HHBK di Zona Tradisional Resort PTN Bodogol Seksi PTN Wilayah V Bodogol, telah melaksanakan kerjasama dalam kegiatan HHBK dari tahun 2016 hingga 2019. 

Saat ini kelompok memulai aktivitas pada kegiatan budidaya lele sebagai sumber pendapatan untuk jangka menengah, dimana lele dapat dipanen empat kali dalam setahun. Sedangkan KTH LBC Lestari saat ini melaksanakan kegiatan pengembangan wisata alam di blok LBC, dengan harapan goalnya adalah terbitnya IUPJWA dengan jenis usaha penjualan makanan dan minuman serta souvenir wisata di sekitar LBC. KTH LBC Lestari menyadari bahwa untuk mewujudkan hal tersebut memerlukan proses yang cukup panjang, maka dalam usaha jangka pendek dan atau menengah nya, kelompok memulai kegiatan budidaya lebah madu Trigoona sp. yang diharapkan dapat juga menjadi salah satu daya tarik wisata.

Baca Juga: Kolaborasi Pengelolaan TNGGP Bersama Masyarakat

FGD berjalan sangat menarik dan cair, diskusi atau wawancara terhadap kelompok dilakukan secara partisipatif dan menyenangkan sehingga memudahkan dalam pemetaan potensi, kendala dan upaya tindak lanjut. Dari hasil pemetaan tersebut, akan dijadikan referensi dalam FGD lanjutan yang akan lebih mengarah pada peningkatan kapasitas yang implementatif sesuai dengan kebutuhan dari kelompok. Selain menggali potensi, permasalahan/kendala yang dihadapi dan harapan, hal yang digali juga yaitu pemetaan mitra atau stakeholder yang dapat dilibatkan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan kelompok sesuai dengan kepentingannya. Mari kita tunggu aksi selanjutnya.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR