Minggu, 20 Oktober 2019
Berita Tata Kelola

BBKSDA Papua dan DLH Nabire Teken Kerja Sama

Jumat, 13 September 2019

Penguatan Fungsi Taman Wisata Alam (TWA) Melalui Pengembangan Wisata Alam dan Pemberdayaan Masyarakat di TWA Nabire

BBKSDA Papua dan DLH Nabire Teken Kerja Sama
ksdae.menlhk.go.id
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., dan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire, Onesimus Bonay, SKM., menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Nabire, Senin (26/8/2019) lalu

Nabire -- Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., dan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire, Onesimus Bonay, SKM., menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Nabire, Senin (26/8/2019) lalu. PKS bernomor PKS.776/K.4/TU/KSA/8/2019 dan 119.522.5.660.1.556/114/DLH/VIII/2029 tentang Penguatan Fungsi Taman Wisata Alam (TWA) Melalui Pengembangan Wisata Alam dan Pemberdayaan Masyarakat di TWA Nabire.

TWA Nabire merupakan kawasan konservasi yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.782/MENHUT-II/2012. Dalam SK tersebut, luas kawasan TWA Nabire diterakan sekitar 82,88 hektar. Secara administratif, TWA Nabire terletak di Distrik Kimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. 

Baca Juga: BBKSDA Terima Penyerahan 3 Ekor Satwa Dilindungi

Di sekitar TWA Nabire terdapat tiga kampung, Lani, Air Mandidi, dan Kimi. Sebagian masyarakat di tiga kampung tersebut berprovesi sebagai nelayan, pedagang, juga pegawai pemerintahan. Namun mayoritas masyarakat di sana memiliki mata pencaharian sebagai petani dengan mengelola kebun dan mengambil hasil hutan. Sebagian dari mereka menggantungkan hidup kepada kawasan TWA Nabire sebagai lahan kebun dan memanen hasil hutan lainnya. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus untuk menghindari adanya tekanan yang lebih berat terhadap kawasan.  

Melihat berbagai fakta di lapangan, TWA Nabire memerlukan pengelolaan kolaboratif bersama pihak-pihak terkait. Hal ini sangat penting dilaksanakan, demi menjamin terwujudnya penguatan tata kelola kawasan serta konservasi keanekaragaman hayati di dalamnya. 

Baca Juga: BBKSDA Papua Bersinergi dengan Komunitas

Edwad berharap, kerja sama tersebut dapat berjalan sesuai rencana, serta mencapai hasil optimal. “Tujuan kerja sama ini setidaknya ada tiga. Pertama, meningkatkan nilai manfaat kawasan, terutama untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi. Kedua, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dan penyadartahuan. Ketiga, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kawasan sehingga tingkat ancaman terhadap kawasan bisa berkurang. Harapannya, semua tujuan itu bisa terwujud untuk kebaikan semua pihak,” katanya.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR