Minggu, 15 September 2019
Berita Bentang Alam

Sosialisasi Pengembangan Pendapatan Perempuan ROA

Selasa, 10 September 2019

Bekerjasama dengan Konsorsium KPPA atas dukungan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Sulawesi dan Forest Programme III

Sosialisasi Pengembangan Pendapatan Perempuan ROA
dok pribadi

Poso -- Relawan Orang dan Alam (ROA) melakukan sosialisasi pengembangan peluang pendapatan perempuan melalui usaha ekonomi produktif. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan Konsorsium KPPA atas dukungan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Sulawesi dan Forest Programme III di Kecamatan Lore Utara dan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Nur Humairoh, fasilitator lapangan untuk program tersebut mengatakan  berdasarkan visi Pemerintah Kabupaten Poso untuk  mewujudnya Kabupaten Poso yang damai, adil dan sejahtera yang didukung sumberdaya manusia yang andal dan bermartabat. 

Misi kedua adalah meningkatkan dan menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis usaha melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Koperasi, Bumdes, pertanian dan pariwisata berdasarkan potensi wilayah didukung dengan infrastrukur yang memadai.

“Berbagai kebijakan dan program pemerintah telah dan sedang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian visi dan misi tersebut Pembangunan di daerah Kabupaten  Poso  yang telah dilaksanakan selama ini  menunjukkan kemajuan di berbagai   bidang kehidupan masyarakat," ujarnya.   

Titik berat pembangunan di bidang ekonomi tidak saja  tertuju pada pencapaian  tingkat  pertumbuhan  ekonomi  yang  tinggi,  tetapi  juga  harus memperhatikan  masalah distribusi pendapatan  melalui  penciptaan  lapangan  kerja  dan  lapangan usaha yang seluas-luasnya. Sehingga dengan sendirinya akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat yang pada gilirannya merupakan upaya pengentasan kemiskinan

Proses pembangunan  ekonomi  daerah  bagaimana  mengkombinasikan antara kekayaan sumber daya alam dengan sumber daya manusia (termasuk  penguasaan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi), sumber  daya  modal bersama dengan institusi-institusi yang ada, sehingga terjalin suatu pola   pembangunan   yang bersifat kemitraan dan partisipatif antara pemerintah, masyarakat  lembaga  swadaya  masyarakat, koperasi dan pelaku ekonomi lainnya.

“Berbagai upaya yang telah dan  sedang  dilaksanakan  baik  oleh pemerintah  maupun  LSM  ternyata belumlah   cukup   untuk  mengangkat   mereka   dari   jurang   kemiskinan. Sangat  disadari  bahwa  persoalan  kemiskinan  di wilayah  ini  bukan  saja  menyangkut  ukuran  pendapatan  tetapi  juga  terkait  dengan  kerentanan seseorang atau rumah tangga untuk menjadi miskin,” jelasnya.

Menurut Huma --panggilan akrabnya-- kerentanan tersebut sangat dipengaruhi  oleh  kegagalan  dalam memenuhi  kebutuhan dasar  yang boleh  jadi  disebabkan  oleh perilaku seseorang  kelompok atau sistem nilai dan kebijakan yang diambil. 

Oleh karena itu, persoalan ekonomi jangka  panjang yang akan dihadapi akan berkisar pada pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja dan usaha, distribusi pendapatan yang lebih merata dan pengentasan kemiskinan.

Bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan  anak telah menunjukan   peningkatan, ditandai dengan program pembangunan yang makin responsif terhadap isu gender serta peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak.

“Tidak ada lagi masalah disparitas gender karena adanya pemenuhan target partisipasi laki-laki dan perempuan di segala bidang pembangunan. Sehingga  tercipta  keadilan  gender  yang  sesuai  dengan  kapasitas  dan budaya bangsa,” kata Huma.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR