Kamis, 12 Desember 2019
News & Nature
Berita

BKSDA Kalsel Sosialisasi Pencegahan Karhutla

Selasa, 10 September 2019

Di sekitar kawasan TWA Pelaihari

BKSDA Kalsel Sosialisasi Pencegahan Karhutla
ksdae.menlhk.go.id
Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Pelaihari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan di sekitar kawasan konservasi, pekan lalu

Batakan -- Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Pelaihari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan di sekitar kawasan konservasi, pekan lalu. Tujuan kegiatan ini untuk menjalin dan meningkatkan kerjasama semua pihak terkait, khususnya masyarakat dan aparat desa dalam pengendalian kebakaran hutan di sekitar kawasan konservasi. 

Sosialisasi pencegahan kebakaran hutan di sekitar kawasan konservasi ini diketahui kepala desa dan dihadiri Kepala Resort Taman Wisata Alam Pelaihari (TWA Pelaihari), Alfredo De Araujo, tokoh masyarakat dan tim pelaksana kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di kediaman salah satu tokoh masyarakat bernama Asan di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. 

Baca Juga: BKSDA Kalsel Bentuk Kelompok Kemitraan Konservasi 

PEH SKW 1 Pelaihari, Noer Vana Dwi P. menyampaikan, TWA adalah kawasan pelestarian alam yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi. TWA Pelaihari di Desa Batakan yang menyuguhkan ekosistem hutan pantai dan panorama alam di sekitarnya merupakan salah satu destinasi wisata dan rekreasi di Kabupaten Tanah Laut. 

"Untuk itu, sangat diharapkan kerjasamanya untuk menjaga lingkungan di sekitar kita agar tetap asri dan lestari terutama terhindar dari kebakaran hutan dan lahan. Mengingat dampak dari kebakaran hutan dan lahan ini khususnya udara di sekitar TWA Pelaihari dapat mengganggu kenyamanan rekreasi wisatawan berwisata," katanya.

Dikatakannya, ada tiga cara pencegahan kebakaran hutan dan lahan, yaitu dengan melibatkan masyarakat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan, penegakan hukum secara tegas dan peningkatan SDM melalui pelatihan-pelatihan terutama pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB).

"Oleh karenanya, kami mengajak kepada kita semua pihak untuk sama-sama saling mengingatkan agar tidak membuka lahan dengan membakar kepada sanak-saudara, kerabat dan rekan-rekan sekalian yang mungkin pada saat ini berhalangan hadir," katanya.

Baca Juga: Kemitraan Konservasi Atasi Konflik TWA Pelaihari

Dalam kesempatan itu, Noer menyampaikan arahan Kepala BKSDA Kalsel Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc. Ia mengatakan, kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan bersama masyarakat lebih baik daripada memadamkannya, untuk itu perlu komunikasi yang intens para pihak agar kebakaran hutan dan lahan bisa ditekan sedemikian rupa. Hutan merupakan habitat atau tempat hidup satwa dan tumbuhan, pencegahan kebakaran sangat penting untuk menghindari kerusakan habitat tersebut.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR