Minggu, 8 Desember 2019
News & Nature
Berita

Menjaga Langit Hunian Orangutan Tetap Biru

Minggu, 25 Agustus 2019

Upaya penanggulangan karhutla di kawasan TN Tanjung Puting

Menjaga Langit Hunian Orangutan Tetap Biru
ksdae.menlhk.go.id

Pangkalan Bun -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memasuki awal Juli 2019, hampir bersamaan titik api mulai bermunculan di seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Barat dan Seruyan, lokasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) berada. Sepanjang Juli, dari 11 hotspot, kebanyakan berawal dari zona penyangga di tepi kawasan yang berbatasan dengan pemukiman dan perkebunan masyarakat maupun perusahaan.

“Teknik-teknik berburu dan nelayan darat di masa lalu masih diadopsi masyarakat hingga sekarang. Dengan pendekatan yang salah maka bisa berakbat fatal. Dahulu, pemburu akan membakar sepetak kecil di tepi hutan kemudian menunggu tunas baru bermunculan yang akan mengundang satwa. Begitu juga nelayan darat yang mencari kubangan/danau kecil di hutan untuk mencari ikan, biasanya akan menggunakan api untuk membersihkan tepian kubangan tersebut untuk memancing. Tetapi teknik dan kearifan lokal semacam itu saat ini mesti sangat hati-hati untuk diaplikasikan mengingat kondisi alam yang sudah berbeda. Paling penting, itu tidak dilakukan di musim kemarau, karena besar kemungkinan api akan merambat cepat,“ kata Kepala SPTN Wil III Tanjung Harapan TNTP, Insan Kamil, S.Hut.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Opsi Hujan Buatan

Pembukaan lahan untuk ladang, kebun dan pemukiman juga sangat berpotensi mendatangkan kebakaran. Godaan membersihkan lahan dengan cepat menggunakan api sering menjadi bumerang dan berakibat menjalarnya api ke area yang tidak direncanakan untuk dibakar.

Pada Agustus 2019, peningkatan jumlah hotspot di kawasan TNTP menjadi sangat drastis. Memasuki minggu ketiga, lebih dari 100 hotspot yang tertangkap satelit pemantau dan telah dilakukan ground check dan pemadaman oleh petugas TNTP, berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni Daops Pangkalan Bun, kepolisian dan TNI, serta Ditjen Penegakkan Hukum KLHK.

Sejauh ini konsentrasi hotspot dan kebakaran hutan terbanyak berada di tiga resort pengelolaan TNTP yaitu Telaga Pulang SPTN Wil I di Pembuang Hulu, Sungai Perlu SPTN Wil II Kuala Pembuang, keduanya berada di Kabupaten Seruyan, dan Sungai Cabang, SPTN Wil III, yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kendala akses hutan dan semak tanpa setapak dan ketersediaan air yang minim karena tinggi muka air tanah yang menurun drastis sangat menyulitkan petugas di lapangan untuk melakukan pemadaman secara langsung. Belum lagi, kecepatan dan arah angin yang membawa kepala api menjauh dari jangkauan pengejaran petugas darat semakin menambah beratnya pemadaman kebakaran.

Baca Juga: Selamat Jalan, Pak Asmara...

Kepala Balai TNTP, Ir. Helmi menegaskan, pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar kawasan TNTP serta kewaspadaan petugas pada musim kemarau agar kejadian seperti ini tidak selalu terulang dari tahun ke tahun. 

“Keterbatasan-keterbatasan di lapangan idealnya bisa diminimalkan dengan peningkatan kemitraan bersama masyarakat sekitar. Tujuannya agar secara bersama-sama menjaga kawasan TNTP yang telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang. Selain itu, upaya menjaga dan merestorasi fungsi hidrologi kawasan TNTP ke depan harus lebih diperhatikan. Kanal-kanal yang digali di sekitar batas kawasan yang bertujuan mengeringkan tanah untuk ladang, kebun dan pemukiman sangat berkontribusi mengganggu sistem tata air tanah alami, sehingga pada saat kemarau tinggi muka air tanah turun sangat drastis dan otomatis permukaan tanah dan tumbuhan di atasnya menjadi kering dan menjadi bahan bakar potensial bagi api untuk menjalar,” katanya.

Beberapa kali unit helikopter water bombing diturunkan untuk membantu memadamkan kebakaran di area yang tidak terjangkau petugas di kawasan TNTP dan belum semua yang terbakar berhasil dipadamkan. Koordinasi dengan Satgas Karhutla di Kalimantan Tengah, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan terus dilakukan. 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR