Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Berita

Peneliti Kehutanan Indonesia Gelar Konferensi

Rabu, 21 Agustus 2019

Akan dibuka Menteri LHK di IPB

Peneliti Kehutanan Indonesia Gelar Konferensi
ppid.menlhk.go.id
Kepala BLI KLHK Agus Justianto pada peluncuran “5th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (Inafor) Expo 2019

Jakarta -- Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan (kLHK) akan menggelar Konferensi Internasional Peneliti Kehutanan Indonesia Kelima (The 5th International Conference of INAFOR-Indonesia Forestry Researchers) di IPB International Convention Center, Bogor, 27-30 Agustus 2019.

Pertemuan bertema “Enforcing Forest Restoration and Waste Management for Better Environment and Socio-Economic Benefits” ini akan dibuka Menteri LHK Siti Nurbaya, dan dihadiri Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Mohamad Nasir yang sekaligus menjadi keynote speaker.

Baca Juga: BLI KLHK dan CIFOR Inisiasi Paradigma Baru Litbang

Turut menjadi keynote speaker adalah Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, Penasehat Senior Menteri LHK Sarwono Kusumaatmadja, perwakilan International Union Forestry Research Organization (IUFRO) Daniel Murdiyarso, dan Direktur Jenderal CIFOR Robert Nasi.

Kepala BLI, Agus Justianto menyampaikan, konferensi ini diselenggarakan untuk membahas masalah dan tantangan dalam restorasi hutan dan pengelolaan limbah. "Para ahli dan peneliti terkenal dari berbagai institusi di Indonesia, juga mancanegara dari 5 benua seperti Eropa, Amerika, Asia, Australia dan Afrika, akan mempresentasikan lebih dari 200 paper Iptek, dan inovasi restorasi hutan, dan pengelolaan limbah," jelasnya.

Baca Juga: Paradigma Baru BLI KLHK Hadapi Dinamika Global

Agus mengatakan acara ini akan dihadiri sekitar 700 peneliti dalam dan luar negeri, pengambil kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat. "Pandangan, pengetahuan, pengalaman, kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terkait tema konferensi akan didiskusi bersama dalam konferensi. Diharapkan dari pertemuan ini akan muncul berbagai ide dan solusi untuk mendukung upaya percepatan restorasi hutan dan peningkatan pengelolaan limbah," tuturnya.

Kegiatan yang akan digelar selama 4 hari tersebut dibagi menjadi 5 sub tema yaitu Adopting the Renewable Bioenergy and Waste Utilization to Support Circular Economy and Sustainable Environment; Innovative Solution for Managing Tropical Forest and Conserving Biodiversity to Support SDGs; Translating Science into Climate Policy and Action; Managing Forest Genetic Resources in Changing Environment and Landscape; dan The Role of Science and Technology to Support the Improvement of Environmental Quality.  Kelima sub tema ini menggambarkan kegiatan serta hasil iptek, dan inovasi yang dilakukan para Pusat Unggulan Iptek (PUI) lingkup BLI, dan mitra terkait.

Baca Juga: Ratih Damayanti, Peneliti KLHK Penemu AIKO 

Pertemuan ke-5 INAFOR ini terbagi dalam 3 agenda utama, yaitu pembukaan dan seminar utama dari keynote speaker serta pameran produk iptek dan inovasi (27 Agustus 2019), 5 seminar sub tema (28-29 Agustus 2019) dan open campus day (30 Agustus 2019) ke kantor BLI yang berlokasi di Jalan Gunung Batu, Bogor. Dalam acara utama akan digelar pemberian penghargaan kepada para pihak yang telah mendukung penelitian dan pengembangan yang dilakukan BLI dan juga kepada para peneliti yang mempunyai karya monumental, baik yang masih aktif maupun sudah purnatugas.

Open Campus Day, akan dimeriahkan dengan berbagai acara seperti bedah buku bioremediasi, talkshow hutan untuk kesehatan dan kecantikan, coaching clinic kualitas lingkungan, beauty class, tur kampus BLI, kunjungan ke laboratorium mikroba hutan, laboratorim terpadu dan ulat sutera. Open day juga dimeriahkan dengan bazar aneka produk, lomba mewarnai, foto dan vlog bagi milenials serta belasan games berhadiah.

Baca Juga: KLHK Hasilkan Penelitian & Pengembangan Integratif

Konferensi Internasional INAFOR adalah media pertemuan ilmiah bagi semua peneliti kehutanan Indonesia (Indonesia Forestry Reseacher, INAFOR), baik dari sektor pemerintah, swasta dan perguruan tinggi. Diselenggarakan setiap dua tahun, pertemuan ini merupakan salah satu upaya BLI untuk mengkomunikasikan hasil capaian terkini secara luas kepada pengguna baik praktisi, akademisi, maupun masyarakat pada umumnya di Indonesia, termasuk juga kepada dunia internasional. Selain juga sebagai wadah untuk tukar menukar informasi dan diskusi ilmiah dalam rangka memperbarui state of the art litbang dan inovasi serta mencari solusi mengatasi permasalahan bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Selain itu, pertemuan internasional INAFOR ini juga merupakan bagian kegiatan IUFRO yang dilakukan di Indonesia, untuk mempersiapkan keterlibatan Indonesia dalam ajang kehutanan bergengsi dunia tersebut.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR