Senin, 18 November 2019
News & Nature
Berita

Pinjaman Tunda Tebang untuk Usaha Produktif

Sabtu, 17 Agustus 2019

KLHK kucurkan 2,355 M untuk petani hutan di Provinsi Sulawesi Selatan

Pinjaman Tunda Tebang untuk Usaha Produktif
ppid.menlhk.go.id

Makassar -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (BLU Pusat P2H), menyalurkan dana pinjaman sebesar Rp 2.355.690.000 kepada 89 petani hutan yang tergabung dalam 3 Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) di Provinsi Sulawesi Selatan.

Mereka wajib menjaga dan memelihara penanda pohon, yang berisi nomor dan ukuran keliling pohon. “Penerima pinjaman harus menggunakan pinjaman dana bergulir ini sesuai dengan tujuan pinjaman, yaitu untuk kegiatan ekonomi produktif,” kata Kepala Bidang Operasional BLU Pusat P2H, Karman pada acara Penandatanganan Perjanjian Pinjaman Tunda Tebang Hutan Rakyat Kab. Gowa dan Kab. Jeneponto di Makassar, Jum’at. (16/8/2019).  

Baca juga: KLHK Salurkan Rp 27 M untuk Tunda Tebang Pohon

Kelompok tani yang mendapatkan kucuran dana tersebut adalah  KTHR Harapan Mappakasunggu dari Kabupaten Gowa, serta KTHR Hijau Lestari dan KTHR Bukit Harapan dari Kabupaten Jeneponto. Setiap perorangan yang tergabung dalam unit usaha kehutanan dapat mengajukan pinjaman sampai Rp. 200 juta.

Jangka waktu pinjaman sampai dengan pemanenan tanaman, atau paling lama delapan tahun dengan bunga sebesar 6,5 persen pertahun, terhitung mulai saat pemindahbukuan pinjaman untuk yang pertama kali.  

Untuk mempercepat pelayanan, BLU Pusat P2H telah menempatkan petugas lapangan yang terdiri dari asesor dan promotor di tiap-tiap daerah. "Proposal kalau sudah lengkap, dalam waktu satu bulan akan disetujui dan dapat dicairkan,” ucap Karman.

Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Faisal mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat mengapresiasi program ini. Menurut Faisal, pinjaman tunda tebang ini penting untuk Kabupaten Gowa, Takalar dan Jeneponto karena pada Januari lalu kabupaten ini terdampak banjir. “Jika ini dilakukan artinya KLHK telah membantu masyarakat mempertahankan hutan dan ekonominya,” jelas Faisal. 

Tujuan pinjaman tunda tebang sendiri yaitu untuk mendukung upaya menunda penebangan pohon agar dicapai umur masak tebang, sehingga diperoleh ekonomi pohon yang optimal. Selanjutnya, dana yang diberikan dapat mendukung kegiatan ekonomi produktif guna membantu peningkatan kesejahteraan petani hutan.

Sejumlah usaha produktif yang dapat menjadi pilihan di antaranya ternak hewan, modal usaha pertanian, membuka usaha warung/kelontong, modal usaha sewa peralatan pesta, dan usaha angkutan pedesaan. 

Selain Pinjaman Tunda Tebang dan Refinancing Tanaman Kehutanan, BLU Pusat P2H menyediakan jenis pinjaman lain yaitu Pinjaman Pembuatan Tanaman Kehutanan, Pinjaman Pembibitan Tanaman Kehutanan, Pinjaman Pemeliharaan Tanaman Kehutanan, Pinjaman Komoditas Non Kehutanan, Pinjaman Pemanenan Tanaman Kehutanan, Pinjaman Pemungutan HHBK, Pinjaman Pengolahan Hasil Hutan, dan Pinjaman Penyediaan Sarana Produksi.

Total pinjaman yang sudah disalurkan BLU Pusat P2H sejak tahun 2011 sampai saat ini tercatat sekitar Rp.930 Miliar, dan 60% diantaranya untuk pinjaman tunda tebang. 

Pada kesempatan penandatanganan ini juga hadir perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Cabang BRI Sungguminasa John Andre Adrian, dan Notaris Ariani Faiziah serta para debitur penerima pinjaman.*



BAGIKAN

BERI KOMENTAR