Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Berita

BLI KLHK Dukung Inovasi Melalui SDM Unggul

Sabtu, 17 Agustus 2019

74 Tahun Kemerdekaan RI

BLI KLHK Dukung Inovasi Melalui SDM Unggul
BLI KLHK

Bogor -- Peringatan 74 Tahun Indonesia Merdeka menjadi momen penting bagi kebangkitan inovasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Kirsfianti L. Ginoga. Ia menyebutkan motto BLI adalah "Leading the way, guiding the move, and setting the corse".

"Leading the way berarti menjadi penunjuk arah bagi penyusunan kebijakan KLHK yang berbasis ilmiah, guiding the move berarti menjadi panduan teknis dalam implementasi aksi KLHK, sedangkan setting the course berarti mengatur jalannya program KLHK", tutur wanita yang akrab disapa Etty ini usai mengikuti upacara peringatan 17 Agustus yang dipimpin oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya, di Manggala Wanabakti, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Baca Juga: HUT Ke-74 RI, TN Bunaken Gelar Aksi Bersih Sampah

Dalam upacara yang dihadiri oleh kurang lebih seluruh ASN KLHK ini, sebanyak 59 ASN BLI KLHK mendapat penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI, mulai 10 tahun, 20 tahun, hingga 30 tahun, dan 33 ASN diantaranya berasal dari Puslithutan, termasuk para Profesor Riset BLI KLHK. Tanda kehormatan ini disematkan secara simbolis oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya, yang tampak anggun mengenakan pakaian adat kebaya berwarna hijau. 

Terkait hal ini, Etty memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para ASN penerima penghargaan. "Hal ini menjadi salah satu bukti hadirnya ASN BLI KLHK yang unggul, untuk mendukung kemajuan Indonesia dalam inovasi, sesuai tema HUT RI ke-74 yaitu SDM Unggul, Indonesia Maju," ujarnya bangga.

Etty juga melanjutkan, saat ini Puslithutan telah banyak menghasilkan berbagai inovasi antara lain pengembangan jenis ulat sutera alam, yang dinamakan dengan Sinar. "Jenis sutera sinar sangat unggul dapat menghasilkan 4 kwintal kokon dari satu box telur ulat sutera per daur, jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis biasa, tahan penyakit, dan keberhasilannya telah dibuktikan oleh kelompok tani di Sukabumi", jelas Etty.

Selain itu, ia melanjutkan, adanya inovasi gaharu, yang semula distimulasi dengan mikroba dalam kultur cair, kini telah mampu dikonversi dalam bentuk sebuk sehingga penggunaannya lebih mudah dan praktis, dan Gaharu ini termasuk ke dalam 27 PNBP badan usaha litbang. "Begitu pula di bidang konservasi SDA, kami sudah bekerja sama dengan beberapa pihak dalam upaya penangkaran satwa Rusa Timor, yang bermanfaat tidak hanya untuk tujuan konservasi ek situ, tetapi juga untuk kebutuhan konsumsi kedepannya," ujar Etty.

Baca Juga: Keren, Merah Putih Berderet di Laut Pasir Bromo

Tidak ketinggalan, menghadapi era digital dan industri 4.0 ini, Puslithutan juga telah membuat sistem database yang terintegrasi dengan teknologi informasi, salah satunya yaitu inovasi KIP (Kartu Identitas Pohon). KIP merupakan informasi berbasis digiyal yang dapat diakses publik melalui smartphone, dalam bentuk QR code. "KIP ini telah diterapkan untuk beberapa lokasi, di arboretum, kebun raya, hutan kota, termasuk pohon-pohon di Istana Merdeka Jakarta", Etty menerangkan.

Sementara itu, mendukung upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), dan restorasi hutan, Puslithutan juga telah mengembangkan teknologi silvikultur KoffCo, dengan memanfaatkan peran mikrobauntuuk mendukung pertumbuhan bibit di persemaian. "Teknologi ini sangat diminati masyarakat dan telah dikembangkan untuk lebih dari 100 jenis, hasilnya memiliki ti gkat ketahanan (survival) yang tinggi, serta ada nilai tambah berupa produksi jamur yang edibel, sebelum menghasilkan kayu," tutur Etty.

Di samping berbagai inovasi di atas, BLI KLHK juga mendapat amanat Menteri LHK untuk menjalankan Pusat Kajian Lahan Gambut Tropis Global (International Tropical Peatlands Center/ITPC) yang telah diluncurkan 30 Oktober tahun lalu. Bersama dengan mitra UNEP, CIFOR, dan FAO, BLI KLHK telah melakukan berbagai kegiatan, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), publikasi digital, temu pakar, dan terakhir diseminasi dalam bentuk Talk show, bertema "Promoting Paludiculture Practices for Sustainable Management of Tropical Peatlands", yang dilaksanakan di acara Media Dialog Festival Sains di Serpong (13/08).



BAGIKAN

BERI KOMENTAR