Senin, 19 Agustus 2019
Berita Konservasi

Warga Serahkan Kukang ke TN Kayan Mentarang

Selasa, 13 Agustus 2019

Datangi rumah diduga mencari makan

Warga Serahkan Kukang ke TN Kayan Mentarang
ksdae.menlhk.go.id
Warga serahkan kukang ke TN Kayang Mentarang

Malinau -- Balai Taman Nasional Kayan Mentarang menerima kedatangan Panus (53), warga Desa Tau Lumbis, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan. Anggota Masyarakat Mitra Polhut Balai TN Kayan Mentarang Resort Lumbis ini menyerahkan seekor satwa dilindungi jenis kukang (Nycticebus coucang). 

"Kukang ini datang begitu saja ke depan rumah saya pada malam hari. Mungkin mencari makan dan melihat cahaya lampu. Kemudian saya ambil. Setelah ada kesempatan turun ke Malinau saya bawa ke sini,” tutur Panus. 

Baca Juga: Kayan Mentarang Serahkan Satli ke BKSDA Kaltim

Kukang tersebut sempat diberi nama “Roy”. Menyadari bahwa satwa tersebut dilindungi dan kondisinya terlihat lemah serta khawatir jika dilepaskan begitu saja di hutan, ia berinisiatif menyerahkan terlebih dahulu ke Balai TN Kayan Mentarang.

Kedatangan Panus diterima Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TN Kayan Mentarang, Bambang Widiatmoko, S.Hut, M.Sc. yang didampingi Petugas Polisi Kehutanan. “Kami mengapresiasi tindakan Pak Panus dengan kesadaran penuh menyerahkan satwa liar yang dilindungi. Apalagi beliau adalah salah satu anggota Masyarakat Mitra Polhut Balai TN Kayan Mentarang. Semoga dapat mengedukasi masyarakat lain akan pentingnya menjaga kelestarian satwa liar terutama yang dilindungi,” kata Bambang.

Baca Juga: Warga Malinau Serahkan Beruang & Owa Kalimantan

Seperti diketahui, Nycticebus spp. merupakan hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi. IUCN telah memasukkan kukang dalam kategori Vulnerable (rentan), yang artinya memiliki peluang untuk punah. Tahun 2007, konvensi untuk perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar yakni CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) juga meningkatkan status perdagangan dari daftar Appendix II menjadi Appendix I.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR