Kamis, 12 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

Upaya Penyelendupan Kulit Sanca Kembang Digagalkan

Selasa, 13 Agustus 2019

Dibawa dua warga negara Turki

Upaya Penyelendupan Kulit Sanca Kembang Digagalkan
ksdae.menlhk.go.id
Barang bukti kulit sanca kembang

Banyuwangi -- Menggunakan bandara kecil seperti Bandara Internasional Banyuwangi sebagai pintu mengeluarkan satwa liar atau bagian-bagiannya mulai menjadi opsi para pelaku tak bertanggung jawab. Contohnya pada penggagalan penyelundupan 142 lembar kulit reptil jenis Sanca kembang (python reticulatus) kemarin petang, Senin (12/8/2019). 

Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Resort Konservasi Wilayah 14 Banyuwangi bersama AVSEC Angkasa Pura II Bandara Internasional Banyuwangi mengamankan kulit-kulit ular tersebut dari 2 Warga Negara Asing (WNA) asal Turki. Rencananya kulit-kulit tersebut akan dibawa ke Turki dengan penerbangan Garuda Indonesia terakhir dan transit terlebih dahulu di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang - Banten.

“Mereka tidak melengkapi barang-barang bawaannya dengan dokumen yang legal, namun hanya berupa nota pembelian,” ujarKepala Resort Konservasi Wilayah 14 Banyuwangi,  Vivi Primayanti. 

Baca Juga: 72 Paruh Rangkong Gagal Diselundupkan ke Hongkong

Menurut pengakuan mereka, keseluruhan kulit ular yang bernilai di atas Rp 100 juta itu didapatkan dari sebuah toko di Denpasar, Bali.

Ular Sanca Kembang sendiri termasuk ular yang berumur panjang, hingga lebih dari 25 tahun. Sekali bertelur, dapat menghasilkan 10 hingga sekitar 100 butir. Telur-telur ini dapat menetas setelah 80-90 hari dierami induknya. Sebarannya  mulai dari dhutan-hutan di Asia Tenggara, meliputi Kep. Nikobar, Burma, Indochina, Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara hingga Timor, Sulawesi, dan Filipina.

Meski tidak dilindungi, sanca kembang masuk dalam Appendix II CITES, artinya spesies ini belum terancam kepunahan, namun dapat terancam punah jika perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. Sehingga untuk memperdagangkannya diperlukan izin pengedar dalam atau luar negeri. Pun demikian dengan mengangkutnya harus disertai surat angkut tumbuhan dan satwa liar dalam negeri (SATS-DN) atau luar negeri (SATS-LN/CITES).

Baca Juga: Penyelundupan Orangutan dan Satwa Liar Digagalkan

CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) sendiri merupakan perjanjian internasional antar negara yang disusun berdasarkan resolusi sidang anggota World Conservation Union (IUCN) tahun 1963. Konvensi ini memiliki tujuan untuk melindungi tumbuhan dan satwa liar dari perdagangan internasional yang dapat mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam.

Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan di kantor Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi. Selanjutnya, pihak BBKSDA Jatim akan melakukan koordinasi dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Balai KSDA Bali untuk menindaklanjuti asal usul ke 142 lembar kulit ular tersebut.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR