Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Berita

RI Tekankan Pentingnya Adaptasi Perubahan Iklim

Minggu, 16 Juni 2019

G-20 Ministerial Meeting on Energy Transitions and Global Environment for Sustainable Development

RI Tekankan Pentingnya Adaptasi Perubahan Iklim
ppid.menlhk.go.id
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya

Karuizawa -- Negara-negara anggota G-20  menekankan manfaat aksi adaptasi dan peran infrastruktur berketahanan iklim dalam membangun sistem sosial-ekonomi dan ekologi yang tangguh secara global, regional dan nasional, dalam menuju pembangunan berkelanjutan. Hal itu ditekankan pada G-20 Ministerial Meeting on Energy Transitions and Global Environment for Sustainable Development di Karuizawa, Prefektur Nagano, Jepang, 15-16 Juni 2019.

“Terletak di daerah Ring of Fire, Indonesia rawan bencana alam. Dalam NDC-nya, selain upaya mitigasi, Indonesia mengenali pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim (ketahanan iklim), yang meliputi tiga aspek ekonomi, sosial, dan ekosistem/bentang alam. Indonesia juga terus memperkuat semua instrumen untuk mengarusutamakan adaptasi perubahan iklim ke semua sektor pembangunan pada semua tingkatan,” tegas Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, pada pertemuan tersebut.

Selanjutnya. Siti Nurbaya menyampaikan kebijakan dan aksi adaptasi dan ketahanan iklim yang telah dilakukan oleh Indonesia, beberapa di antaranya dilaksanakan melalui kerjasama bilateral dan multilateral. "Komitmen dan pengalaman menyatakan bahwa kami menyadari, tindakan adaptasi dan ketahanan dapat mengurangi risiko bencana, dan mempromosikan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, terutama untuk masyarakat dan masyarakat yang rentan. Kami juga menyadari pentingnya merumuskan strategi adaptasi dan pengurangan risiko bencana yang komprehensif di tingkat nasional dan lokal, termasuk investasi dalam infrastruktur yang tahan terhadap peristiwa dan bencana cuaca ekstrem," tambah Menteri Siti.

Menteri LHK mengungkapkan, banyaknya upaya Indonesia dalam adaptasi perubahan iklim tersebut, antara lain membangun sistem informasi SIDIK,  dan mendorong Program Kampung Iklim (Proklim).  "Dalam meningkatkan dan memperluas upaya adaptasi, diperlukan dukungan teknologi, investasi yang berkelanjutan serta penelitian yang dapat diaplikasikan. Untuk itu kita perlu bekerjasama, saling tukar pengetahuan dan pengembangan teknologi serta tentunya investasi yang mendukung ketahanan ekosistem,” tegas Menteri Siti.

Lebih jauh, Menteri Siti menyampaikan peran masyarakat, pemerintah daerah dan LSM serta peran swasta untuk upaya adaptasi.  Indonesia mengajak negara-negara G-20 untuk bersinergi serta dapat mendorong dan memobilisasi sumber daya untuk mendukung upaya adaptasi dan ketahanan infrastruktur.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR