Senin, 19 Agustus 2019
Berita Tata Kelola

Indonesia Bakal Reekspor Sampah Plastik Ilegal

Senin, 10 Juni 2019

Ada Indikasi Impor Sampah Plastik di Gresik

Indonesia Bakal Reekspor Sampah Plastik Ilegal
ppid.menlhk.go.id
Menteri LHK, Siti Nurbaya memberikan keterangan kepada media usai acara Halal Bihalal KLHK di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Senin (10/6/2019).

Jakarta -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan, sampah yang masuk ke Indonesia dan mengandung plastik, pasti tidak legal. Karena itu, Indonesia akan melakukan reekspor sampah plastik tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Siti usai acara Halal Bihalal KLHK di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Senin (10/6/2019).

Menteri Siti mengungkapkan, masuknya sampah plastik ke Indonesia sebenarnya bukan barang baru. Ia menyebutkan, pada rentang tahun 2015 hingga 2016, Indonesia pernah melakukan reekspor puluhan kontainer sampah plastik.

Pernyataan Menteri LHK menanggapi adanya indikasi impor sampah plastik yang ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, seperti Gresik, Jawa Timur. Impor sampah plastik yang terjadi di Gresik merupakan kegiatan yang dilarang dan diancam pidana menurut Pasal 29 Ayat (1) Huruf b jo Pasal 37 Ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Sebagai bentuk pencegahan, Menteri Siti juga meminta Menteri Perdagangan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun. Menurutnya, revisi perlu dilakukan untuk melakukan penegasan secara spesifik HS Code-HS Code dari barang apa saja yang bisa masuk Indonesia.

"Permendag tersebut harus lebih spesifik, mengingat definisi sampah, plastik maupun kertas juga menjadi perdebatan panjang dengan perindustrian dan perdagangan. Yang penting spesifikasi HS Code harus jelas ," ujarnya seperti dirilis antaranews.com.

Dikatakan Menteri Siti, selama ini, izin impor ke luar dari Kementerian Perdagangan dan rekomendasi dari KLHK. Dikatakannya, jika rekomendasi dijalankan, biasanya oleh KLHK diperiksa di lapangan. 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR